Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Kudus Kaji Penyebab SD Negeri Kekurangan Murid

📅 Sabtu, 19 Jul 2025, 17:15 WIB | Oleh:
Pemkab Kudus Kaji Penyebab SD Negeri Kekurangan Murid Doc: ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
Ket. Bupati Kudus Sam'ani Intakoris saat mengunjungi SD 1 Adiwarno, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang tidak mendapatkan murid, Sabtu (19/7).

Kudus -- Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, segera melakukan kajian terhadap sejumlah sekolah dasar (SD) yang pada tahun ajaran baru 2025/2026 mengalami kekurangan murid, bahkan ada sekolah yang tidak mendapatkan murid sama sekali.

"Nantinya, kami akan melakukan kajian secara komprehensif sebelum memutuskan regrouping atau penggabungan. Apakah tidak mendapatkan murid karena faktor demografis seperti keberhasilan program Keluarga Berencana (KB), serta kebiasaan orang tua yang bekerja di kota dan mengantar-jemput anak ke sekolah," kata Bupati Kudus Sam'ani Intakoris.

Dia mengemukakan hal itu saat mengunjungi SD 1 Adiwarno, Kecamatan Mejobo, yang tidak mendapatkan murid di Kudus, Sabtu.

Ia mengungkapkan sudah menginstruksikan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kudus untuk melakukan kajian dengan koresponden dari orang tua siswa untuk ditanya melalui simulasi dan disusun dalam bentuk data statistik dan infografis.

Setelah mengetahui datanya, kata dia, baru akan diputuskan kebijakan terbaik.

Ia juga menegaskan bahwa wacana regrouping harus dilihat dari sisi kebutuhan. Bila memungkinkan, sekolah yang jumlah siswanya sedikit dapat digabung dengan sekolah lain agar lebih efektif.

"Kalau memang memungkinkan, regrouping bisa dilakukan. Tidak ada kendala berarti, karena ini sudah pernah dilakukan. Nanti guru-gurunya menyesuaikan," ujarnya.

Selain efisiensi, penggabungan sekolah juga bisa membuka peluang pengembangan kegiatan lain, seperti pemanfaatan bangunan untuk koperasi sekolah atau program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena tanah sekolah milik pemerintah desa.

Guru SD 1 Adiwarno Nurul Hikmah mengakui tahun ajaran baru 2025/2026 ini sekolahnya memang tidak mendapatkan murid baru, sehingga kelas 1 tidak ada siswanya.

Untuk jumlah siswa total dari kelas II hingga kelas VI, kata dia, sebanyak 23 orang. Meliputi siswa kelas II ada 9 siswa, kelas III ada 2 siswa, kelas IV berjumlah 8 siswa, kelas 5 sebanyak 3 siswa, dan kelas 6 hanya 2 siswa.

Ia mengungkapkan minimnya siswa di sekolah ini mulai terjadi sejak tahun 2019. Karena sebelumnya beredar kabar adanya regrouping atau penggabungan SD di Kecamatan Mejobo, khususnya di Desa Hadiwarno.

Salah satu sekolah yang sempat diwacanakan untuk merger, yakni SD 1 Adiwarno bersama SD Tenggeles. Namun, yang terealisasi baru SD Tenggeles, sementara SD 1 Hadiwarno masih bertahan karena tahun sebelumnya berhasil mendapatkan peserta didik baru meski jumlahnya terbatas.

Ia menduga, salah satu faktor penyebabnya karena lokasi SD 1 Hadiwarno yang cukup jauh dari Taman Kanak-Kanak (TK) dan Raudhatul Athfal (RA). Selain itu, sebagian masyarakat masih belum mendapatkan informasi yang utuh mengenai keberadaan SD 1 Hadiwarno, karena papan nama sekolah tertutup oleh bangunan kamar kecil.

Akibatnya, ada anggapan bahwa hanya ada satu SD di kompleks tersebut, padahal ada empat SD, yakni SD 1 Adiwarno, SD 2 Adiwarno, SD 1 Kesambi, dan SD 3 Kesambi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

39 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Megapolitan
DKI Perluas Pelatihan Kerja...
Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.