Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Lelah Menggaungkan Solidaritas Mondial di KTT G20

📅 Minggu, 23 Nov 2025, 09:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Lelah Menggaungkan Solidaritas Mondial di KTT G20 Doc: ist
Ket. KTT G20

JAKARTA – Delegasi Indonesia tidak lelah terus menggaungkan pentingnya solidaritas global di dalam KTT G20. Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 tahun ini merupakan momen bersejarah karena diselenggarakan untuk pertama kalinya di tanah Afrika, berkat posisi Afrika Selatan sebagai pemegang Presidensi G20.

Dengan tema utama “Solidaritas, kesetaraan, dan keberlanjutan”, KTT G20 yang diselenggarakan di Johannesburg pada 22-23 November 2025 ini dibuka oleh Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Dalam sambutannya, Ramaphosa menegaskan bahwa sepanjang Presidensi G20, Afrika Selatan terus berjuang memajukan integritas forum seiring perluasan fokusnya dari kebijakan makroekonomi ke agenda yang lebih luas, mencakup perdagangan, pembangunan, kesehatan, hingga tantangan global lainnya.

KTT G20 tahun ini dilaksanakan di masa dinamika global menyibak lunturnya komitmen negara-negara dunia terhadap multilateralisme. Perselisihan semakin meruncing, konflik di berbagai kawasan tak kunjung berakhir, dan ditambah dengan perang dagang yang dipicu negara adidaya.

Sentimen tersebut pun terlihat dari absennya sejumlah kepala negara dari KTT G20, salah satunya Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang “memboikot” agenda tersebut, dengan dalih mengecam “pelanggaran HAM” terhadap masyarakat kulit putih di Afrika Selatan, sebuah tuduhan yang oleh pemerintah Afrika Selatan dinilai tak berdasar.

Sebagai negara yang berkomitmen menjalankan politik luar negeri yang bebas dan aktif, Indonesia bertekad mempertahankan partisipasinya dalam KTT G20 tahun ini. Terlebih, Indonesia belum lama ini menyelesaikan amanah sebagai pemegang Presidensi G20 pada 2022.

Ketika Indonesia selalu diwakili kepala negara dalam pertemuan tingkat pemimpin KTT G20 sejak 2008, tahun ini menjadi tidak biasa karena Presiden Prabowo Subianto justru mengamanahkan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk berangkat memimpin delegasi RI untuk KTT G20 di Afrika Selatan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa kehadiran Gibran menggantikan Prabowo dalam KTT G20 tahun ini sama sekali tak bermakna bahwa komitmen Indonesia terhadap G20 mulai luntur.

Presiden pun tetap mengikuti perkembangan pembahasan G20 melalui laporan berkala dari Sherpa (perwakilan) Indonesia di G20 serta memberikan arahan substantif terkait posisi dan kepentingan yang harus diperjuangkan Indonesia di tingkat global.

Kerja sama membangun

Untuk KTT G20 tahun ini, Indonesia mengusung isu reformasi tata kelola global, penguatan representasi negara berkembang, dan peran konstruktif dalam diplomasi di antara negara-negara Selatan Global.

Wapres Gibran, di hadapan para pemimpin dunia, dengan percaya diri menegaskan pentingnya solidaritas global dibangun dengan pondasi keadilan dan kesetaraan antara negara-negara maju maupun berkembang untuk mengatasi masalah bersama, seperti perubahan iklim dan krisis multidimensi.

“Indonesia meyakini bahwa pembangunan global tak hanya harus kuat, tapi juga harus adil dan inklusif untuk mengangkat setiap bangsa,” kata Wapres RI, dalam pernyataannya di KTT G20.

Menyoroti isu finansial global, Gibran berkata bahwa dunia saat ini membutuhkan sistem finansial yang semakin mudah diakses, terprediksi, dan memberi kesempatan setara bagi negara berkembang, seperti melalui pembebasan utang dan pembiayaan inovatif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Bapanas Pastikan Stok Kedel...
Ekonomi
Harga Daging Sapi di Goront...
Daerah
Pemkot Bandung Siapkan Tekn...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.