Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov: Dinkes DKI Percepat Implementasi Jakarta Siaga Stroke

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 20:38 WIB | Oleh:
Pemprov: Dinkes DKI Percepat Implementasi Jakarta Siaga Stroke  Doc: Istimewa
Ket. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan menginisiasi Jakarta Siaga Stroke sebagai salah satu komitmen penting dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.

Jakarta Siaga Stroke hadir sebagai konsep komprehensif yang mencakup upaya promotif, pencegahan, deteksi dini, penanganan cepat, hingga pemulihan pascastroke.

Melalui pendekatan ini, pemerintah kota berupaya memastikan setiap warga memiliki pengetahuan, akses, dan layanan memadai untuk menghadapi risiko stroke.

Tantangan kesehatan yang dihadapi Jakarta tidak dapat dilepaskan dari situasi global, khususnya terkait ancaman stroke yang terus meningkat di seluruh dunia. Secara global, setidaknya terjadi 7 juta kematian akibat stroke tiap tahunnya sehingga menjadi penyebab kematian tertinggi ke-2 di dunia.

Berdasarkan data, beban penyakit ini juga terlihat dari tingginya angka DALYs, dan Asia menjadi wilayah dengan angka DALYs tertinggi mencapai 112,8 juta. Pada tingkat nasional, prevalensi stroke berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencapai 8,3 persen. Di DKI Jakarta yang memiliki lebih dari 11,7 juta penduduk, jumlah kasus stroke berdasarkan diagnosis dokter mencapai 24.981 kasus.

Beban DALYs akibat stroke di Jakarta juga terus meningkat setiap tahun, menggambarkan bahwa penyakit ini memiliki dampak besar terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengatakan pentingnya Jakarta Siaga Stroke tidak hanya terletak pada kemampuan sistem kesehatan dalam merespons keadaan darurat, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala awal dan bertindak tepat waktu.

“Upaya ini menjadi krusial mengingat stroke masih menjadi masalah kesehatan besar, baik secara lokal maupun global,” ujar dia, Jumat (21/11).

Ani menjelaskan, Jakarta Siaga Stroke menekankan koordinasi cepat antara fasilitas kesehatan, layanan gawat darurat, dan tenaga medis terlatih. Ia menyebut, detik-detik pertama saat seseorang mengalami stroke merupakan waktu emas (golden period) yaitu kurang dari 4,5 jam sejak munculnya gejala.

Pada periode ini, penanganan medis cepat dapat mencegah kerusakan otak lebih luas dan menentukan kualitas hidup pasien di masa depan.

“Karena itu, sistem rujukan yang responsif, ketersediaan alat diagnostik, serta layanan rehabilitasi berkelanjutan menjadi bagian penting dari konsep ini,” ungkap dia.

Masyarakat diharapkan mampu mengenali tanda-tanda awal stroke yang sering disebut dengan ‘SeGeRa Ke RS’, yakni Senyum tidak simetris, Gerak separuh tubuh melemah, Bicara pelo atau tidak nyambung, Kebas atau kesemutan separuh tubuh, Rabun mendadak, dan Sakit kepala hebat.

Ani mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi adalah ketersediaan fasilitas pelayanan stroke. Berdasarkan Angels Initiative, DKI Jakarta membutuhkan sedikitnya 27 Stroke Ready Hospital (SRH) untuk melayani populasi lebih dari 11,7 juta jiwa.

“Namun saat ini baru tersedia 23 SRH dan belum semuanya memenuhi standar kualitas internasional seperti WSO Angels Award. Karena itu, percepatan penyediaan SRH menjadi bagian penting dari implementasi Jakarta Siaga Stroke,” kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Ekonomi
Rupiah Dibayangi Pelemahan ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.