Pemerintah Perlu Jaga Disiplin Fiskal dan Kepastian Regulasi untuk Dorong Investasi
📅 Jumat, 21 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Sumber: BPS – Litbang KJ/and/ones
Jakarta – Sejumlah ekonom menekankan pentingnya konsistensi kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global. Ekonom IQI Global Shan Saeed menilai Indonesia berada pada lintasan pertumbuhan kuat dengan fondasi makro yang semakin solid.
Penilaian ini selaras dengan hasil laporan IMF Article IV Consultation 2025, yang menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kondisi ekonomi yang tetap resilien di tengah volatilitas global. Saeed menyebut proyeksi pertumbuhan 5-5,8 persen pada 2025 dan 5-6 persen pada 2026 sebagai indikasi bahwa stabilitas Indonesia tidak hanya terjaga, tetapi terus menguat.
"Pertumbuhan 5-5,8 persen pada 2025 dan 5-6 persen pada 2026 menunjukkan Indonesia sebagai ekonomi dengan ketahanan tinggi dan struktur kebijakan yang konsisten," ujar Saeed dalam keterangan di Jakarta, Kamis (20/11).
Seperti dikutip dari Antara, Saeed menilai kerangka kebijakan pemerintah, seperti investasi infrastruktur, penguatan industrialisasi hilir, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja, telah membentuk basis pertumbuhan yang lebih kokoh dalam beberapa tahun terakhir.
Ia menyebut bauran kebijakan fiskal dan moneter Indonesia sebagai bentuk rekayasa presisi yang menjaga stabilitas makro sekaligus memperluas daya tarik investasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, berbagai indikator utama menunjukkan ketahanan struktural yang signifikan. Bank Indonesia dinilai menjalankan pelonggaran terukur sambil menjaga stabilitas eksternal, didukung inflasi yang stabil di sekitar 2,8 persen, cadangan devisa yang kuat, serta nilai tukar rupiah yang relatif terjaga.
Selain itu, regulator seperti Otoritas Jas Keuangan (OJK) dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) disebut memperkuat kepastian pasar melalui percepatan perizinan dan pendalaman arus investasi ke sektor hilirisasi mineral dan batu bara (minerba), kendaraan listrik, digital finance, dan transisi energi.
Respons Pasar
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejalan dengan itu, Saeed melihat respons pasar keuangan sebagai validasi terhadap arah kebijakan Indonesia. Ia merujuk pada pergerakan IHSG yang bertahan pada area 8.100-8.300 serta aliran modal asing yang tetap solid.
"Pasar tidak hanya merespons, mereka memvalidasi kerangka makro Indonesia," katanya pula.
Pandangan Saeed semakin relevan, setelah IMF sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia tetap menjadi bright spot di tengah tantangan global dalam hasil konsultasi Article IV-2025.
Konsistensi antara penilaian IMF dan sentimen pasar disebut memperkuat persepsi bahwa Indonesia berada pada jalur kebijakan yang kredibel dan berorientasi jangka panjang.
Dalam proyeksinya, Saeed menyebut stabilitas akan menjadi aset strategis Indonesia di tahun-tahun mendatang.
Ia menggambarkan stabilitas tersebut sebagai mata uang strategis yang memperkuat posisi Indonesia menuju Visi Indonesia Emas 2045. Kejelasan kebijakan, konsistensi regulasi, dan disiplin fiskal dinilai menciptakan lingkungan yang secara struktural investable.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!