Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Film Animasi 'Jumbo' Sabet Piala Citra dan Piala Antemas 2025

📅 Jumat, 21 Nov 2025, 10:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Film Animasi 'Jumbo' Sabet Piala Citra dan Piala Antemas 2025 Doc: ANTARA
Ket. Kreator film Jumbo Ryan Adriandhy (tengah) dalam gelaran FFI 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025).

JAKARTA - Film animasi “Jumbo” berhasil menyabet Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2025 kategori Film Animasi Panjang Terbaik serta Piala Antemas sebagai Film Terlaris tahun ini.

Film karya Ryan Adriandhy ini diharapkan mampu membawa rasa empati yang lebih luas dan para sineas tetap semangat menghadirkan film animasi yang berasal dari hati.

“Penghargaan ini untuk 420 kreator yang telah mewujudkan karya dari hati,” kata Ryan saat ditemui dalam gelaran FFI di Jakarta, Kamis.

Ia pun menambahkan bahwa capaian ini ia persembahkan untuk sang ibunda tercinta.

“Terima kasih juga untuk mama semoga melihat ini di kehidupan selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, Produser Anggia Kharisma mengatakan bahwa film ini tak hanya diperuntukkan bagi anak-anak namun juga untuk menghidupkan kembali ingatan masa kecil.

“Film ini untuk anak-anak semua, anak-anak di dalam diri kita,” kata Anggia.

“Jumbo” masuk dalam beberapa kategori dalam FFI tahun ini yakni Film Cerita Panjang Terbaik, Sutradara Terbaik dan Penulis Skenario Asli Terbaik, Pencipta Lagu Tema Terbaik lewat lagu “Selalu Ada di Nadimu” dan “Dengar Hatimu”, Piala Antemas atau Film Terlaris.

"Jumbo" hadir sebagai oase di tengah gersangnya perfilman animasi Indonesia. Bukan sekadar film animasi yang dibuat untuk ditonton anak-anak, film ini juga layak ditonton oleh orang dewasa karena ceritanya membangkitkan nostalgia, terutama untuk kaum milenial.

Bak sebuah kapsul waktu yang membawa penonton kelahiran 1981 sampai 1996 kembali ke masa kecilnya, mengingat lagi hangatnya pertemanan di masa itu.

Film "Jumbo" menangkap semua esensi kehidupan anak-anak di masa itu dengan apik, menghadirkan nostalgia yang mendalam bagi siapa saja yang pernah merasakan indahnya masa kecil di kala gawai canggih belum terlalu mengeksodus pertumbuhan generasi bangsa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.