Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Puluhan Ribu Warga Terserang Stroke, DKI Hadirkan Jakarta Siaga Stroke

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 13:17 WIB | Oleh:
Puluhan Ribu Warga Terserang Stroke, DKI Hadirkan Jakarta Siaga Stroke Doc: antara foto
Ket. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati dalam "Jakarta Siaga Stroke".

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menghadirkan "Jakarta Siaga Stroke" sebagai salah satu upaya menanggulangi stroke, penyakit yang menyebabkan jumlah kematian tertinggi kedua di dunia itu.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati mengatakan "Jakarta Siaga Stroke" tidak hanya terletak pada kemampuan sistem kesehatan dalam merespons keadaan darurat, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala awal dan bertindak tepat waktu.

"Kami ingin berupaya untuk memastikan bahwa setiap warga memiliki pengetahuan, memiliki akses dan layanan yang memadai ketika untuk menghadapi risiko stroke," kata dia di Jakarta, Kamis (20/11).

Ani menyampaikan, "Jakarta Siaga Stroke" juga menekankan koordinasi yang cepat antara fasilitas kesehatan, layanan gawat darurat, dan tenaga medis terlatih.

Detik-detik pertama saat seseorang mengalami stroke merupakan waktu emas (golden period), yaitu kurang dari 4,5 jam sejak munculnya gejala, di mana penanganan medis cepat dapat mencegah kerusakan otak yang lebih luas dan menentukan kualitas hidup mereka di masa depan.

Oleh karena itu, sistem rujukan yang responsif, ketersediaan alat diagnostik, serta layanan rehabilitasi yang berkelanjutan menjadi bagian penting dari konsep ini.

Dalam kesempatan itu, Asisten Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim mengatakan "Jakarta Siaga Stroke" menunjukkan keseriusan Jakarta menghadapi stroke, penyakit yang menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan terbesar.

"Kami berharap dengan 'Jakarta Siaga Stroke', pencegahan melalui edukasi yang masif ke seluruh warga, perlunya deteksi dini dan respon cepat (penanganan)," kata dia.

Adapun stroke tetap menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Secara global, setidaknya terjadi 7 juta kematian akibat stroke tiap tahunnya, yang menjadikan penyakit ini sebagai penyebab kematian tertinggi kedua di dunia.

Pada tingkat nasional, persentase prevalensi stroke berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencapai 8,3 persen. Berdasarkan data yang sama, DKI Jakarta dengan jumlah penduduk lebih dari 11,7 juta jiwa, tercatat terdapat 24.981 kasus stroke.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Mobil Tabrak Kerumunan Oran...

Prosesi adat kansoda'a di Wakatobi

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.