Prabowo Dorong Pendirian 30 Fakultas Kedokteran Baru
📅 Kamis, 20 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
Langkah ini disebut sebagai strategi nasional untuk mengatasi kekurangan tenaga kesehatan yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.
Jakarta - Pemerintah menargetkan penambahan 30 fakultas kedokteran baru dalam upaya mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter di Indonesia. Presiden Prabowo Subianto mengatakan kebutuhan tenaga medis tidak kalah penting dengan kehadiran rumah sakit. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan banyak pekerja medis mulai dari dokter gigi, perawat, dan paramedis.
"Rumah sakit penting, tapi juga awaknya, dokter kita butuh tambahan sangat banyak. Dokter gigi, perawat, paramedis, dan itu kita juga akan melakukan perluasan penambahan fasilitas pendidikan dokter, perawat, paramedis secara besar-besaran. Menteri Kesehatan menyarankan kepada saya kita perlu tambah 30 fakultas kedokteran baru," ujar Prabowo dalam pidato peresmian RS Kardiologi Emirates Indonesia dipantau secara daring di Jakarta, Rabu (19/11).
Seperti dikutip dari Antara, penambahan 30 fakultas kedokteran merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat kebutuhan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Selain itu, Prabowo juga meminta kampus-kampus kedokteran yang sudah ada untuk menambah kuota mahasiswa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prabowo menyebut pemerintah akan menyiapkan kebijakan yang dapat memastikan akses pendidikan kesehatan semakin terbuka bagi seluruh anak bangsa.
Salah satu upayanya adalah dengan memberikan beasiswa penuh agar seluruh mahasiswa kedokteran, perawat, dan tenaga paramedis.
"Khusus untuk dokter, saya upayakan bahwa sebagian besar kalau bisa semuanya, insya Allah bisa, itu beasiswa penuh. Jadi pendidikan, kita akan tambah beasiswa penuh untuk kedokteran, perawat, dan tenaga paramedis," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Langkah besar ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah untuk memperkuat layanan kesehatan nasional, dan memastikan ketersediaan tenaga medis yang merata hingga ke daerah-daerah.
Lebih lanjut, Prabowo juga menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membangun 66 rumah sakit baru dengan standar internasional seperti RS Kardiologi Emirates Indonesia, Surakarta, Jawa Tengah.
Fasilitas Medis
Pada kesempatan itu, Prabowo meminta kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin agar pembangunan rumah sakit baru di tiap kabupaten/kota memiliki peralatan kesehatan yang canggih, seperti di Rumah Sakit (RS) Kardiologi Emirates-Indonesia di Solo, Jawa Tengah.
Presiden menginstruksikan Menkes agar pembangunan 66 rumah sakit baru yang tengah berjalan bisa menyesuaikan standar fasilitas kesehatan seperti di RS KEI.
"Saya sebetulnya sudah alokasi dan sudah instruksikan Menteri Kesehatan untuk segera membangun 66 rumah sakit baru. Dan sudah mulai, sudah mulai dibangun. Tapi saya minta bahwa 66 ini diupayakan tidak kalah dengan standar rumah sakit ini. Menteri Kesehatan, bisa ya? Bisa, bisa dulu jawabnya kan," kata Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan peresmian RS KEI merupakan lambang kerja sama antara bangsa Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!