Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mendikdasmen Tegaskan Deep Learning Bukan Kurikulum, Melainkan Pendekatan Pembelajaran

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mendikdasmen Tegaskan Deep Learning Bukan Kurikulum, Melainkan Pendekatan Pembelajaran Doc: Antara
Ket. Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan arahan dalam Seminar Internasional Pendidikan yang diadakan di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (20/11).

Surakarta - Menteri Pendidikan, Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa program pembelajaran mendalam (deep learning) bukanlah kurikulum tapi strategi pembelajaran untuk memperbaiki kualitas pembelajaran.

"Saya ingin pertegas bahwa deep learning itu bukan kurikulum. Tetapi pendekatan atau strategi pembelajaran yang diharapkan dapat memperbaiki kualitas pembelajaran," kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti ketika memberikan arahan dalam Seminar Internasional Pendidikan yang diadakan di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (20/11).

Dia menjelaskan bahwa deep learning menekankan kepada pemahaman mendalami, kemampuan untuk berpikir kritis dan kreativitas para peserta didik. Substansi yang ditekankan adalah pada proses pembelajaran.

Tidak hanya itu, dia menyoroti pentingnya fondasi memuliakan ilmu, memuliakan guru dan memuliakan murid untuk mendorong kecintaan kepada ilmu demi membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan.

Pembelajaran mendalam sendiri adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan penerapan pengetahuan dalam konteks dunia nyata.

Pendekatan itu didasarkan pada prinsip pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful), dengan tujuan untuk memuliakan murid agar mencapai pembelajaran yang optimal dan mendalam.

Dia mengingatkan bahwa dalam pendekatan itu, guru menjadi fasilitator pembelajaran sehingga pendekatan yang dipakai adalah pendekatan partisipatif, yakni guru menjadi bagian dari proses pembelajaran yang ada.

"Murid itu sejak awal ikut dan mereka menjadi bagian dari proses itu dan guru juga terlibat di situ. Sehingga penjelasan guru sebagai fasilitator dalam deep learning itu tidak berarti student active learning, teacher active chatting," jelasnya.

Dia memberikan contoh bagaimana guru tidak hanya memberikan pekerjaan rumah dan sekedar melakukan koreksi, menjadikan pembelajaran hanya diukur untuk mengejar angka atau nilai.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan (GTKPG) Kemendikdasmen Nunuk Suryani mengatakan seminar tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan akan guru yang menjadi pendamping dan pembimbing untuk peserta didik membangun kemampuan berpikir kritis, memiliki kreativitas dan menciptakan karakter yang kuat.

Sejauh ini, pelatihan pembelajaran mendalam sudah dilakukan di 67.671 sekolah untuk lebih dari 15.000 fasilitator dan 220.000 peserta guru.

"Dalam kerangka kebijakan pembelajaran mendalam yang menjadi fokus nasional kita, kita menegaskan bahwa perang guru harus mengalami transformasi mendesak. Bapak-Ibu, diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tapi juga sebagai pemimpin dan fasilitator utama di ekosistem belajar," demikian Nunuk Suryani.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Nasional
CEO Microsoft Usulkan Rem D...
Daerah
Kabut Asap Tak Mengganggu K...
Olahraga
Kekompakan Taktis Pemain Ja...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.