Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPR Pertanyakan Akurasi Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Rencana Penyederhanaan Pertamina

📅 Kamis, 20 Nov 2025, 07:10 WIB | Oleh:
DPR Pertanyakan Akurasi Penerimaan Negara Bukan Pajak dan Rencana Penyederhanaan Pertamina Doc: antara foto
Ket. Anggota Komisi VI DPR RI Asep Wahyuwijaya

KABUPATEN BOGOR - Anggota Komisi VI DPR RI Asep Wahyuwijaya menyoroti akurasi data Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan mendesak penyederhanaan struktur usaha Pertamina dalam Rapat Dengar Pendapat dengan direksi perusahaan itu di Senayan, Jakarta, Rabu (19/11).

Ia menilai paparan PNBP yang disampaikan Pertamina masih belum menggambarkan persoalan secara menyeluruh, terutama terkait penggunaan komponen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang justru diklasifikasikan sebagai PNBP.

“Saya kira angka PNBP yang dipaparkan terlalu menyederhanakan persoalan. Bagaimana mungkin PPN yang jelas termasuk pajak dimasukkan sebagai bagian PNBP Pertamina,” kata Asep.

Legislator dari Dapil Jawa Barat V (Kabupaten Bogor) itu juga menyoroti potensi kebocoran dan selisih produksi migas dari hulu hingga hilir yang dapat berdampak pada penerimaan negara namun belum terpetakan secara presisi.

Menurut dia, fenomena shadow economy dalam rantai produksi migas dapat menimbulkan unaccounted quantity yang perlu dikaji serius oleh Pertamina agar kontribusi perusahaan terhadap negara lebih optimal.

Asep juga mendorong Pertamina mempercepat langkah konkret dalam transisi energi mengingat cadangan minyak nasional diperkirakan hanya bertahan sekitar dua dekade ke depan.

“Grand desain dan peta jalan Pertamina untuk transisi ke energi baru dan terbarukan harus dimulai secara kongkrit dan komprehensif sejak sekarang,” ujarnya.

Selain itu, ia mengkritisi rencana restrukturisasi Pertamina yang memiliki lebih dari 200 anak, cucu, hingga cicit perusahaan yang dinilai menghambat efisiensi dan berpotensi mengurangi pendapatan negara.

“Setahu saya ada 200-an lebih anak cucu perusahaan di Pertamina yang berpotensi mengurangi pendapatan negara,” katanya.

Asep meminta adanya rencana jelas mengenai jumlah entitas usaha yang akan dipertahankan dan berapa yang akan direstrukturisasi untuk meningkatkan efisiensi.

Ia menekankan bahwa penyederhanaan struktur perusahaan harus menjadi prioritas demi tata kelola yang lebih efektif dan kontribusi yang lebih besar bagi negara.

“Jadi ke depan, restrukturisasi Pertamina bukan hanya bicara merger di tingkat anak perusahaan. Dari 200-an entitas itu harus jelas berapa yang tersisa dan berapa potensi efisiensi yang dapat dicapai,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Luar Negeri
KBRI Ungkap Puluhan WNI ber...

Mendulang emas di Sungai Mahakam

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Mendulang emas di Sungai Ma...

Produksi ikan kering di Maumere turun

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Ekonomi
Produksi ikan kering di Mau...

Pameran benda seni jaranan di Trenggalek

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pameran benda seni jaranan ...
Nasional
Bupati Pati nonaktif Sudewo...
Nasional
Kepala Bapanas: Pemerintah ...

Kejuaraan hadang tingkat pelajar

43 menit yang lalu | Wahyu AP

Rona
Kejuaraan hadang tingkat pe...
Daerah
Bantuan alsintan modern unt...
Advertisement
Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

Kepala Bapanas: Pemerintah Tak Beri Ruang Bagi Mafia Beras

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.