RI Dorong Penguatan Sistem Perdagangan Multilateral
📅 Rabu, 19 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
Stabilitas ekonomi global hanya dapat terjaga bila perdagangan internasional tetap terbuka, inklusif, dan berbasis aturan.
Jakarta - Indonesia menyerukan penguatan sistem perdagangan multilateral dan transformasi digital melalui kerja sama ekonomi, investasi dan integrasi kawasan di kegiatan the 1st Future Investment and Trade Partnership Ministerial Meeting (FMM) di Singapura.
Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia untuk menjaga stabilitas pertumbuhan dan membuka peluang kemitraan yang lebih luas, khususnya dengan negara-negara mitra strategis.
“Kemitraan ini menawarkan respons kolektif dengan memperkuat sistem perdagangan multilateral berbasis aturan, memajukan perdagangan digital, dan mempromosikan investasi berkelanjutan,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (18/11).
Seperti dikutip dari Antara, Airlangga menyatakan Indonesia memandang FMM sebagai wadah kolaboratif yang dapat memperkuat koordinasi dalam menghadapi risiko bersama.
Sebaiknya Anda baca juga:
FMM menyediakan platform bagi negara-negara, baik besar maupun kecil, untuk menjaga kesejahteraan dan ketahanan. Sementara bagi Indonesia, FMM memiliki arti penting tersendiri sebagai ekonomi pertanian yang besar.
“Kami sangat menyadari kerentanan dalam rantai pasok pangan, energi, dan industri,” imbuh Menko Airlangga.
Dia menilai Welcome Agenda mendukung pemetaan risiko dan penguatan regulasi, serta membantu memastikan stabilitas sambil mendorong integrasi UMKM ke dalam rantai nilai global.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia juga menekankan pentingnya agenda transformasi digital, termasuk proyeksi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai 360 miliar dollar AS pada 2030. Indonesia mendorong agenda perdagangan digital dan sistem paperless, standardisasi dokumen elektronik, penguatan keamanan siber, dan interoperabilitas sistem digital antarnegara untuk menekan biaya dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital.
Indonesia meyakini bahwa pendekatan berbasiskan inovasi dan keberlanjutan akan memperkuat peran FMM sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi regional dan global.
Insentif Komprehensif
Pada kesempatan itu, Airlangga mengajak lebih banyak perusahaan asal Singapura untuk berinvestasi di kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).
Kawasan tersebut dinilai tengah berada pada momentum strategis seiring penguatan regulasi investasi serta pengembangan lima kawasan ekonomi khusus (KEK) yang menawarkan berbagai insentif komprehensif.
Lima KEK di BBK menyediakan beragam fasilitas fiskal dan non-fiskal mulai dari keringanan pajak, pembebasan bea masuk, penyederhanaan proses perizinan, hingga layanan administrasi satu atap. Dengan proyek-proyek prioritas yang siap dijalankan, kawasan ini diproyeksikan menjadi salah satu pusat investasi utama di sektor manufaktur, infrastruktur digital, energi terbarukan, dan logistik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!