Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Efisiensi Sistem Logistik Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Nasional

📅 Senin, 17 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Efisiensi Sistem Logistik Jadi Kunci Penguatan Ekonomi Nasional Doc: antara
Ket. Dudy Purwagandhi Menteri Perhubungan - Kunci mendapatkan struktur ekonomi yang kuat adalah apabila sistem logistik nasional berjalan efisien, terintegrasi dan modern.

Indonesia membutuhkan percepatan transformasi untuk meningkatkan daya saing industri dan memperlancar distribusi barang.

Jakarta - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan sistem logistik yang efisien dan modern menjadi salah satu kunci penting untuk memperkuat struktur ekonomi nasional.

Menhub saat menutup Forum Indonesia Logistic Outlook 2026 dan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Conference & Exhibition 2025 di Tangerang, Banten, sebagaimana keterangan di Jakarta, Minggu (16/11), mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menempatkan penguatan struktur ekonomi nasional sebagai prioritas.

"Pasalnya, kunci mendapatkan struktur ekonomi yang kuat adalah apabila sistem logistik nasional berjalan efisien, terintegrasi dan modern,” kata Menhub.

Seperti dikutip dari Antara, menurut Dudy, logistik merupakan denyut nadi ekonomi bagi sebuah bangsa. Ia berharap Indonesia dapat menjadi pusat logistik modern di kawasan Asia Pasifik.

Oleh karena itu, dia menuturkan kehadiran para pelaku logistik, eksportir, importir, forwarder, industrialis dan akademisi dalam forum itu menunjukkan bahwa transformasi logistik tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja.

"Dengan modal besar, semangat dan antusiasme yang tinggi dari forum ini, kita punya harapan besar bahwa ekosistem logistik Indonesia mampu bergerak bersama, saling menguatkan, dan siap memimpin transformasi logistik di kawasan Asia Tenggara,” ucap Menhub.

Menhub menyampaikan saat ini ALFI menaungi lebih dari 4.000 perusahaan anggota yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia, di mana semuanya terkait langsung dalam pergerakan barang domestik maupun internasional.

Menurut dia, forum itu menjadi wadah penting untuk menyampaikan arah kebijakan strategis sekaligus menyatukan langkah dalam memperkuat daya saing rantai pasok di Indonesia.

Dengan itu semua, lanjut Menhub, fondasi ekonomi nasional sesuai Astacita pemerintahan Presiden Prabowo akan makin kuat.

Pertumbuhan ekonomi akan naik dengan terciptanya lapangan kerja baru, terbukanya akses UMKM ke dalam rantai pasok global, pemberdayaan ekonomi lokal, hingga terciptanya stabilitas harga dan terkendalinya inflasi.

Penetapan Perpres

Pada kesempatan itu, Menhub Dudy juga menyatakan komitmennya untuk mendorong percepatan implementasi kebijakan zero over dimension and over load (Zero ODOL) pada tahun 2027.

Menhub menyebutkan ALFI dengan ribuan anggota yang aktif sangat terkait dengan isu besar ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.