Tak Ingin Warga Surabaya Makin Gerah Dihantam Panas, Damkar Gencarkan Pembasahan Jalan
📅 Jumat, 23 Okt 2026, 15:43 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SSURABAYA – Debu proyek dan gelombang panas yang tengah melanda membuat aktivitas warga Surabaya kian menantang. Tak ingin kondisi jalan makin berdebu dan menambah rasa gerah di tengah teriknya cuaca, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya menggencarkan pembasahan jalan di sejumlah kawasan.
Bukan untuk memadamkan api, kali ini mobil pemadam kebakaran dikerahkan menyemprot ruas jalan yang berdebu akibat aktivitas pembangunan. Upaya tersebut sekaligus diharapkan membantu menjaga kenyamanan warga di tengah suhu udara yang panas.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran DPKP Surabaya, M. Rokhim, mengatakan rata-rata delapan hingga sepuluh unit mobil pemadam dikerahkan setiap hari untuk kegiatan pembasahan. Lokasi penyiraman disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, termasuk laporan masyarakat yang masuk melalui hotline.
“Pembasahan dilakukan di berbagai wilayah, terutama di sekitar lokasi pengerjaan box culvert dan proyek lainnya yang berpotensi menimbulkan debu. Armada yang dikerahkan menyesuaikan kebutuhan, termasuk berdasarkan laporan warga melalui hotline,” kata Rokhim, Jumat (23/10).
Sejumlah ruas jalan menjadi sasaran penyiraman pada siang hari, antara lain Jalan Tanjungsari, Panjang Jiwo, Lidah Wetan, Dharmahusada, Ahmad Yani, hingga kawasan Ngagel.
Di lokasi-lokasi tersebut, aktivitas pembangunan, terutama proyek drainase dan pemasangan box culvert, berpotensi memunculkan debu yang mengganggu pengguna jalan. Pembasahan dilakukan untuk menekan debu agar tidak beterbangan dan mengurangi ketidaknyamanan masyarakat yang melintas.
Tak berhenti pada siang hari, petugas juga melanjutkan kegiatan pada malam hari. Bedanya, penyiraman malam diarahkan ke taman-taman pasif di sepanjang jalur protokol untuk membantu menjaga kondisi tanaman di tengah cuaca kering.
Pola kerja tersebut membuat armada damkar tak hanya bergerak ketika kebakaran terjadi. Dalam kondisi tertentu, kendaraan pemadam juga dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan lingkungan perkotaan dan mengurangi dampak debu proyek.
Meski demikian, DPKP memastikan kegiatan pembasahan tidak menggeser tugas utama mereka. Penanganan kebakaran dan keadaan darurat tetap menjadi prioritas tertinggi.
Rokhim menjelaskan, jadwal pembasahan bersifat fleksibel mengikuti situasi. Ketika terjadi kebakaran, armada dan personel yang dibutuhkan akan langsung dialihkan untuk mendukung operasi pemadaman.
“Prioritas utama kami tetap penanganan kebakaran. Setelah tugas pemadaman selesai dan armada kembali mengisi air, petugas dapat melanjutkan pembasahan sesuai pembagian lokasi dan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Di tengah cuaca Surabaya yang terasa menyengat, penyiraman jalan ini menjadi salah satu langkah untuk menjaga kenyamanan lingkungan kota. Namun, pembasahan jalan bukan solusi untuk menurunkan suhu udara secara signifikan maupun pengganti langkah mitigasi gelombang panas.
Bagi warga, setidaknya ada dua gangguan yang coba ditekan sekaligus: debu dari proyek pembangunan dan ketidaknyamanan akibat kondisi lingkungan yang panas serta kering.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!