Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tari Tuping 12 Wajah, Gambaran Ksatria dan Perjuangan Perlawanan terhadap Belanda

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 16:17 WIB | Oleh:
Tari Tuping 12 Wajah, Gambaran Ksatria dan Perjuangan Perlawanan terhadap Belanda Doc: ANTARA/Riadi Gunawan
Ket. Suasana saat ribuan penari Tuping 12 Wajah saat menampilkan tarian di depan tamu undangan pada kegiatan Lamsel Fest 2025 di Lapangan Korpri, Minggu.

Lampung Selatan -- Sebanyak 1.500 peserta secara serentak menarikan tarian Tuping 12 Wajah dan tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Lampung Selatan (Lamsel) Fast 2025.

Gelaran Lamsel Fast 2025 tersebut dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Kabupaten Lampung Selatan yang diselenggarakan di Lapangan Korpri, Kecamatan Kalianda, 14-16 November 2025.

Ribuan penari tersebut merupakan siswa-siswi pelajar dari SMP dan SMA se-Kabupaten Lampung Selatan yang tampil kompak pada Minggu.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan tari Tuping 12 Wajah merupakan tarian sejarah yang menampilkan sebuah perjuangan rakyat Lampung Selatan dalam melakukan perlawanan terhadap penjajah.

“Acara tadi diawali dengan penampilan tari Tuping 12 Wajah yang spektakuler, terbesar sedunia, saya dari kecil belum pernah melihat seramai seperti ini,” kata dia.

Ia menjelaskan, tarian itu juga menggambarkan kesatriaan dan perjuangan sejarah perlawanan terhadap Belanda.

“Dalam pertunjukan tersebut, 12 prajurit menyamar memakai topeng untuk menjaga identitas dan memperlihatkan karakter perjuangan mereka,” ucapnya.

Menurut dia, dengan wajah tertutup topeng-topeng berkarakter, mereka memerankan adegan penyamaran pasukan tuping yang mengintai gerakan penjajah di sekitar Kalianda dan Gunung Rajabasa.

Oleh karena itu dengan dipecahkannya rekor MURI ini, dia berharap dapat menjadi momentum kebangkitan budaya pesisir Lampung Selatan yang semakin dikenal luas, sekaligus menjadi salah satu ikon atraksi budaya terbesar di Sumatera.

“Melalui kegiatan ini, saya berharap tari Tuping 12 Wajah tidak hanya menjadi warisan tradisi, tetapi juga dapat berkembang sebagai identitas lokal yang bernilai ekonomi tinggi bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi terhadap para peserta tari Tuping 12 Wajah yang dilakukan oleh sebanyak 1.500 penari dari siswa-siswi pelajar SMP hingga SMA.

“Saya sangat bangga dengan pencapaian ini. Saya juga sangat mengapresiasi perjuangan para peserta yang berhasil menjadikan Lapangan Korpri ini menjadi lautan penari tarian Tuping 12 Wajah yang berhasil memecahkan rekor MURI,” kata Radityo Egi Pratama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.