Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pusat PVTPP Resmikan Embung dan Teknologi Smart Farming di KPS Muara untuk Perkuat Swasembada Pangan

📅 Minggu, 16 Nov 2025, 18:47 WIB | Oleh:
Pusat PVTPP Resmikan Embung dan Teknologi Smart Farming di KPS Muara untuk Perkuat Swasembada Pangan  Doc: Pusat PVTPP
Ket. Acara peresmian pembangunan embung dan penerapan teknologi smart farming di Kebun Pemeriksaan Substantif (KPS) PVT III Muara, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (15/11).

JAKARTA - Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (Pusat PVTPP) Kementerian Pertanian meresmikan pembangunan embung dan penerapan teknologi smart farming di Kebun Pemeriksaan Substantif (KPS) PVT III Muara, Ciomas, Bogor, Jawa Barat.

Pembangunan embung tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk mendukung swasembada pangan melalui perlindungan varietas tanaman unggul dan sekaligus memastikan seluruh area kebun dapat dimanfaatkan secara optimal.

Plt. Sekretaris Jenderal Kementan, Ali Jamil mengapresiasi pemanfaatan lahan dan peningkatan layanan uji PVT yang semakin meningkat. Dia menekankan, uji baru, unik, seragam, dan stabil (BUSS) sangat penting dalam mendukung program strategis nasional terutama upaya bersama mewujudkan swasembada.

“Alhamdulliah disini sudah ada padi, sudah ada jagung dan juga sudah ada kangkung. Dan sekarang sudah ada permohonan hak PVT untuk 41 varietas yang diuji di KPS PVT yang merupakan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ali Jamil melalui keterangan tertulis pada hari Sabtu (15/11).

Ali Jamil mengatakan smart farming merupakan program masa depan bangsa yang akan menjadi arah pengembangan sektor pertanian nasional. Apalagi saat ini tantangan sektor pertanian semakin besar terutama karena perubahan cuaca yang tidak menentu.

“Kita menghadapi musim hujan dan musim kering yang ekstrem. Teknologi ini akan membantu memastikan tanaman tetap produktif. Tidak boleh ada faktor pembatas. Karena itu, irigasi sangat dibutuhkan, termasuk pembangunan embung untuk menyerap dan menampung air,” katanya

Pada kesempatan ini, Ali Jamil juga menegaskan pentingnya penerapan service level agreement (SLA) atau perjanjian tingkat layanan, terutama dalam pengujian varietas dan pelayanan sertifikasi.

“SLA ini adalah janji layanan kita terhadap kesepakatan proses agar bisa di bawahnya. Misalnya kesepakatan 3 bulan kita bisa selesaikan dalam waktu 2 bulan dan Kita sebagai pelaksana wajib menjaga janji ini kepada klien,” katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Pusat PVTPP Kementan, Leli Nuryati menjelaskan bahwa pada tahun ini terdapat 41 varietas yang melakukan permohonan perlindungan dan 20 di antaranya sudah berhasil memperoleh sertifikat hak PVT.

“Proses uji BUSS bisa memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan, tergantung jenis tanaman yang diuji,” jelasnya.

Leli menambahkan bahwa peningkatan layanan terus dilakukan, termasuk memperluas kapasitas uji Baru, Unik, Seragam dan Stabil (BUSS). “Dari sebelumnya 9, kami tingkatkan menjadi 77, dan untuk tahun 2025 menjadi 41. Kami berharap tahun depan bisa mencapai 100 layanan uji di KP Muara ini,” katanya.

Di sisi lain, PVTPP kini telah beralih dari sistem permohonan manual menjadi layanan digital. “Sejak 2025, permohonan sudah bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Aplly PVT. Alhamdulillah, permohonan yang masuk masih sangat banyak,” kata Leli.

Leli juga menegaskan bahwa implementasi smart farming di KPS Muara merupakan bagian dari adaptasi teknologi yang wajib dilakukan pemerintah, mengingat keterbatasan tenaga kerja sesuai aturan pemerintah, di mana tahun ini tidak ada lagi penambahan pegawai ASN.

“Sekarang pemerintah tidak boleh lagi mengangkat tenaga non-ASN. Maka teknologi adalah keharusan. Kita menerapkan smart irrigation, sprinkler, dan drip irrigation. Yang dilakukan sekarang hebat apalagi karena dikerjakan oleh anak bangsa 'petani muda keren', yang juga binaan Kementerian Pertanian.” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Tiongkok Luncurkan Satelit ...
Luar Negeri
Qatar Dorong Negara Teluk H...
Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

Pemkot Bandung Tertibkan 63 Bangunan Liar di Kawasan Dipati Ukur

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.