Giring Beberkan Arahan Presiden Prabowo untuk Garap Film Perjuangan Kemerdekaan
📅 Jumat, 14 Nov 2025, 02:40 WIB | Oleh: Muhammad Daniel Ramadhan
Doc: KapanLagi
JAKARTA - Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan khusus kepada Kementerian Kebudayaan untuk memproduksi film-film bertema perjuangan kemerdekaan Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari visi besar pemerintah dalam memperkuat rasa nasionalisme melalui karya perfilman.
“Bapak Presiden Prabowo memiliki mimpi besar untuk menghadirkan film-film perjuangan dari era 1945 sampai 1949,” ujar Giring dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/11).
Giring menjelaskan, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) akan berperan sebagai sumber utama dalam penggarapan proyek ini. ANRI dianggap memiliki koleksi dokumen dan arsip sejarah yang lengkap, sehingga dapat membantu para produser dan sutradara menciptakan film dengan narasi yang akurat.
“Setelah Pak Menteri Fadli Zon mendapat arahan lagi dari Presiden untuk ketiga kalinya, kami sangat bahagia karena ANRI akan menjadi pusat rujukan. Kami akan mendorong para sineas datang langsung ke ANRI untuk menggali sumber-sumber sejarah,” jelasnya.
Kementerian Kebudayaan juga telah memperkuat kerja sama lintas lembaga melalui Nota Kesepahaman Bersama (MoU) bertema “Menyatukan Arah, Memperkuat Kinerja.” Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap proses produksi film bertema kemerdekaan dapat berjalan konsisten dan terarah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Giring, produksi film bertema perjuangan ini ditargetkan rampung dan mulai dirilis dalam kurun waktu lima tahun ke depan. “Kami berharap dalam lima tahun ke depan sudah ada beberapa film perjuangan kemerdekaan yang bisa dirilis,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon sebelumnya juga mengumumkan program lomba penulisan skenario film dengan fokus pada tema sejarah dan kepahlawanan. Program ini diharapkan dapat memunculkan penulis skenario muda berbakat yang mampu menghidupkan kisah perjuangan bangsa melalui layar lebar.
“Film adalah media penting untuk mengenalkan sejarah kepada generasi muda. Karena itu, kami ingin memberi ruang dan insentif bagi para penulis yang ingin mengangkat kisah kepahlawanan,” tutur Fadli.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menambahkan, Indonesia memiliki banyak kisah heroik yang belum banyak diangkat ke layar lebar. Melalui inisiatif ini, Kementerian Kebudayaan berharap perfilman nasional tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukatif yang menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan perjuangan bangsa.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!