Prabowo: Indonesia–Australia Harus Menjaga Hubungan Baik
📅 Kamis, 13 Nov 2025, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: BPMI Setpres/Cahyo
Sydney - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya menjalin hubungan baik antara Indonesia dan Australia sebagai dua negara bertetangga yang memiliki peran strategis di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam pernyataan bersama dengan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Sydney, Australia, Rabu (12/11), Prabowo mengutip salah satu falsafah budaya Indonesia tentang pentingnya menjadi tetangga yang baik. Ia menilai hubungan yang kuat antara dua negara akan menciptakan rasa percaya dan kesiapan untuk saling membantu di masa sulit.
"Dalam budaya Indonesia, kami memiliki pepatah, ketika menghadapi keadaan darurat, tetangga lah yang akan pertama kali menolong kita. Mungkin keluarga kita berada jauh, tetapi tetangga adalah yang paling dekat, dan hanya tetangga yang baik yang akan saling menolong," ujar Prabowo.
Seperti dikutip dari Antara, Prabowo menyampaikan Indonesia dan Australia tidak bisa memilih posisi geografisnya. Oleh karena itu, kerja sama dan niat baik menjadi kunci dalam menjaga hubungan yang harmonis.
Salah satu bentuk kerja sama yang akan dijalin oleh Indonesia dan Australia adalah di bidang pertahanan dan keamanan. Ini merupakan bentuk komitmen kedua negara dalam memperkuat persahabatan sekaligus menjamin keamanan bagi kedua kawasan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk terus mempererat kerja sama dan persahabatan kedua negara.
"Sebagai mitra dan tetangga dekat, kami bertekad untuk menjaga hubungan terbaik demi memperkuat dan menjamin keamanan kedua negara. Saya kira, pada dasarnya itulah tujuannya," ucap Prabowo.
Bidang Pertahanan
Pada kesempatan itu, Prabowo dan Albanese mengumumkan perjanjian bilateral baru antara Indonesia dan Australia bidang pertahanan dan keamanan dari atas geladak heli kapal induk Australia HMAS Canberra, Sydney, Australia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam sesi pernyataan bersama dua pemimpin negara, Prabowo dan Albanese menjelaskan Indonesia dan Australia telah menyepakati poin-poin substantif dalam perundingan perjanjian baru bidang keamanan dan pertahanan tersebut.
"Perjanjian ini menjadi dasar komitmen bagi pemimpin Australia dan Indonesia, beserta jajaran menteri dari dua negara, untuk saling bertemu secara berkala membahas masalah-masalah keamanan, merancang bersama kegiatan-kegiatan bidang keamanan yang bermanfaat bagi dua negara, dan jika dua negara dalam keadaan terancam, dua negara juga membahas bersama-sama langkah apa-apa saja yang harus ditempuh, baik itu dari negara itu sendiri maupun secara bersama-sama, untuk menghadapi ancaman tersebut," kata PM Albanese.
PM Albanese menyebut perjanjian tersebut sebagai perpanjangan tangan dari perjanjian kerja sama pertahanan (DCA) dua negara yang telah diteken pada 29 Agustus 2024.
"Perjanjian ini menunjukkan hubungan dua negara yang semakin kuat, termasuk untuk rakyat Australia dan Indonesia," kata Albanese.
Albanese kemudian mengumumkan dirinya berencana terbang langsung ke Jakarta pada Januari 2026 untuk bersama-sama Prabowo meneken perjanjian bilateral terbaru bidang pertahanan Indonesia-Australia.
Prabowo kemudian menegaskan kembali kebijakan politik luar negeri Indonesia, yaitu kebijakan bertetangga yang baik (good neighbor policy).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!