Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian ESDM: 14,4 Persen Pembangkit Listrik Indonesia dari Energi Bersih

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 17:00 WIB | Oleh:
Kementerian ESDM: 14,4 Persen Pembangkit Listrik Indonesia dari Energi Bersih Doc: antara foto
Ket. Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno dalam rapat dengan pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis (13/11).

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan dari 107 gigawatt (GW) pembangkit listrik di Indonesia, porsi pembangkit listrik berbasis energi terbarukan atau energi bersih mencapai 14,4 persen atau sebesar 15,47 GW.

“Porsi pembangkit berbasis energi terbarukan mencapai 14,4 persen dan dari total angka tersebut, tenaga air masih menjadi tulang punggung dengan kontribusi lebih dari 7 persen,” ujar Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno dalam rapat dengan pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Kamis (13/11).

Adapun komposisi pembangkit listrik berbasis energi terbarukan Indonesia terdiri atas tenaga air sebesar 7,1 persen (7,57 GW), pembangkit listrik tenaga biomassa sebesar 3 persen (3,17 GW), pembangkit listrik tenaga panas bumi sebesar 2,6 persen (2,74 GW).

Untuk pembangkit listrik tenaga surya sebesar 1,3 persen (1,37 GW), pembangkit listrik tenaga bayu sebesar 0,1 persen (sebesar 0,15 GW), dan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan lainnya sekitar 0,3 persen (0,47 GW).

Menurut Tri, data tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia memiliki sumber daya energi baru dan terbarukan (EBT) yang besar, namun masih memerlukan percepatan untuk dapat berdiri sejajar dengan negara-negara maju yang telah mengembangkan EBT.

“Struktur dalam sistem pembangkit kita masih menunjukkan ketergantungan kepada energi fosil, khususnya batu bara,” kata Tri.

Adapun komposisi pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan batu bara berada di angka 55,1 persen atau sebesar 59,07 GW.

Tri menjelaskan PLTU batu bara diperlukan sebagai pembangkit pemikul beban dasar (base load) yang beroperasi 24 jam sehari untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik nasional.

Di sisi lain, Indonesia juga mengembangkan pembangkit berbahan bakar gas untuk menopang kebutuhan listrik di kota besar dan menjaga keandalan sistem, sebab karakteristiknya yang fleksibel dan mengikuti perubahan beban (load follower dan peaker).

Adapun kapasitas pembangkit listrik berbasis gas memiliki porsi sebesar 24,5 persen dari kapasitas terpasang nasional atau sebesar 26,28 GW. Kemudian, pembangkit listrik berbasis diesel memegang porsi sebesar 6 persen atau sekitar 6,41 GW.

“Dari kapasitas terpasang saat ini, sebetulnya 14,4 persen dari EBT yang saya sampaikan tadi masih relatif kecil,” kata Tri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...
  • Ekonom Optimistis Sektor Infrastruktur Telko Tetap Bersinar dalam Lima Tahun Mendatang
    Preview komentar:
  • Tantangan Sekolah Swasta: Persaingan Semakin Berat
    Preview komentar:
    Lanjudkan tetap setia hadir untuk melayani
Advertisement
gaia musik festival
Daerah
BPBD Jatim Perkuat Pemadama...
Nasional
DPR Peringatkan Agar Tenaga...
Nasional
KPK Periksa Eks Pejabat Bea...

OJK Ungkap Industri Keuangan Syariah Tumbuh Positif

35 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
OJK Ungkap Industri Keuanga...
Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda   

Anak Fandi Ahmad Siap Mengobrak-abrik Pertahanan Skuad Garuda  

06 Aug 2026
Pilihan Pembaca
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
# 6
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
📅 Kamis, 06-Agu-2026
Berpotensi Melemah, 6 Agustus 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.