Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IEA: Energi Terbarukan Lampaui Bahan Bakar Fosil Meski Kebijakan AS Berubah

📅 Kamis, 13 Nov 2025, 01:00 WIB | Oleh:
IEA: Energi Terbarukan Lampaui Bahan Bakar Fosil Meski Kebijakan AS Berubah Doc: istimewa
Ket. Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA)

PARIS – Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) pada Rabu (12/11), menyatakan bahwa energi terbarukan masih tumbuh lebih cepat dibandingkan bahan bakar fosil di seluruh dunia, meskipun terjadi perubahan kebijakan energi di Amerika Serikat (AS). IEA memperkirakan permintaan minyak global kemungkinan akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2030.

Badan yang berbasis di Paris itu menyajikan sejumlah skenario mengenai masa depan energi global dalam laporan tahunan World Energy Outlook—laporan pertamanya sejak mendapat kritik dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump atas proyeksi minyaknya. “Lajunya memang bervariasi, namun energi terbarukan tumbuh lebih cepat dibandingkan sumber energi utama lainnya dalam semua skenario, dipimpin oleh tenaga surya fotovoltaik,” tulis IEA dalam laporan setebal 518 halaman tersebut.

Dilansir dari Barrons, dalam salah satu skenario, IEA menyebutkan bahwa perubahan kebijakan menyebabkan kapasitas energi terbarukan yang terpasang di AS menjadi sekitar 30 persen lebih rendah pada 2035 dibandingkan proyeksi tahun sebelumnya. Meski demikian, secara global energi terbarukan tetap menunjukkan ekspansi pesat.

Laporan ini dirilis bersamaan dengan berlangsungnya konferensi iklim PBB COP30 (Conference of the Parties ke-30) di Belem, Brasil yang tidak dihadiri oleh Trump dan pemerintahannya. Trump, yang sebelumnya menarik AS dari Perjanjian Iklim Paris, berencana memperluas produksi minyak dan gas sekaligus membatalkan kebijakan energi bersih yang digagas pendahulunya, Joe Biden.

IEA kini berada pada posisi yang sensitif dalam menyusun prospek terbarunya setelah menghadapi tekanan dari pemerintahan Trump yang menentang proyeksi penurunan permintaan bahan bakar fosil. Menteri Energi AS, Chris Wright, bahkan sempat mengancam pada Juli lalu akan menarik diri dari keanggotaan IEA jika lembaga tersebut tidak mereformasi cara operasinya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.