Terkuak Setelah Ratusan Tahun Terkubur: Benteng Batu Dinasti Shang Ditemukan di Shaanxi
📅 Rabu, 12 Nov 2025, 22:16 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: wikipedia
XI'AN - Survei arkeologi komprehensif selama enam tahun di Provinsi Shaanxi, Tiongkok barat laut, telah menemukan 573 permukiman benteng batu kuno, yang berasal dari era prasejarah hingga Dinasti Shang (1600-1046 SM).
Investigasi khusus ini, yang dilakukan oleh tim warisan budaya dan arkeologi Kota Yulin di Shaanxi sejak 2019, secara sistematis menelusuri kawasan Yulin yang luas dengan kondisi medan yang kompleks.
Dengan mengikuti peta sistem air yang ada untuk menemukan situs-situs kuno ini, investigasi lapangan tersebut meliputi pemeriksaan rinci, pengumpulan spesimen, serta pemetaan udara dari benteng-benteng yang ditemukan.
Survei tersebut mengungkap bahwa permukiman-permukiman ini terbentang dari sekitar 2800 SM pada akhir periode Yangshao hingga sekitar 1000 SM pada masa dinasti Shang dan Zhou (1046-221 SM).
Sebagian besar benteng tersebar di sepanjang tepi sungai, benteng-benteng batu tersebut dikelilingi oleh banyak permukiman biasa tanpa dinding pertahanan dari batu, menunjukkan adanya hubungan pengklasteran yang jelas, ungkap Ma Mingzhi, kepala tim survei tersebut.
Perkembangan benteng-benteng batu ini menunjukkan evolusi yang jelas, dari berskala kecil hingga besar, dari tata letak sederhana hingga kompleks, dan dari teknik konstruksi yang sederhana hingga yang maju, dengan hierarki sosial yang semakin terlihat jelas.
Survei tersebut memberikan informasi penting untuk pemahaman komprehensif mengenai asal-usul, perkembangan, penyebaran, dan evolusi permukiman prasejarah di Tiongkok utara, tutur Ma.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!