Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Igloo Gunakan Strategi AI untuk Revolusi Industri Asuransi di Asia Tenggara

📅 Selasa, 11 Nov 2025, 20:03 WIB | Oleh:
Igloo Gunakan Strategi AI untuk Revolusi Industri Asuransi di Asia Tenggara Doc: Igloo
Ket. Logo Igloo. Sebagai pemimpin pasar insurtech di Asia Tenggara, Igloo menargetkan menjadi perusahaan berbasis AI pada 2026.

JAKARTA - Pemimpin pasar teknologi asuransi (insurtech) regional, Igloo, memperkenalkan strategi baru yang menempatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai inti dari operasional dan pengembangan bisnis perusahaan. Langkah ini merupakan bagian dari target untuk menjadi perusahaan berbasis AI sepenuhnya pada tahun 2026, sekaligus menjawab tantangan industri asuransi di Asia Tenggara, seperti rendahnya tingkat penetrasi dan literasi asuransi di Indonesia.

Perubahan ini terjadi pada saat yang krusial, karena perusahaan asuransi di seluruh Asia Tenggara tengah menjajaki solusi AI untuk menyederhanakan operasional dan mengatasi berbagai tantangan yang telah lama ada. Perusahaan yang mampu memanfaatkan teknologi ini secara lebih efektif akan berada pada posisi terbaik untuk mempercepat pertumbuhan, menjangkau lebih banyak konsumen, dan memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar.

Namun menurut Roots.ai, meskipun 70% eksekutif di sektor asuransi melaporkan sedang menjajaki solusi AI, kurang dari 22% di antaranya telah melampaui tahap uji coba. Berbeda dari tren tersebut, Igloo telah meluncurkan berbagai solusi AI di seluruh rantai nilai perusahaan dan mencatat hasil yang signifikan dari penerapannya.

Di Indonesia, rekomendasi berbasis AI dari Igloo berhasil menurunkan tingkat pembatalan pembelian (drop-off rate) hingga 25%. Sebesar 70% pelanggan memilih produk yang direkomendasikan oleh AI, dengan  peningkatan 2,2 kali lipat pada pembelian produk tambahan asuransi.


Dengan jangkauan regional yang luas dan pengalaman lebih dari satu dekade bekerja sama dengan perusahaan asuransi serta mitra afinitas, Igloo berada pada posisi terbaik untuk mengembangkan model AI yang mampu menjawab tantangan utama industri asuransi,” ujar Co-Founder sekaligus CEO Igloo. Raunak Mehta, melalui keterangan tertulis pada hari Selasa (11/11).

“Solusi ini pada akhirnya akan memberikan nilai bagi perusahaan yang masih terbebani infrastruktur lama atau kurang memiliki keahlian asuransi untuk memanfaatkan keuntungan dari penerapan AI dalam kegiatan operasional mereka,” paparnya.

Solusi AI untuk setiap tahapan rantai nilai

Sejak awal tahun ini, Igloo telah menerapkan solusi AI di berbagai bidang, termasuk konfigurasi dan manajemen produk, saluran distribusi (konsumen dan perantara penjualan), serta operasional back-office (tim operasional dan klaim). Beberapa di antaranya adalah:

AI Product Recommendation memberikan saran berdasarkan kebutuhan, profil, dan riwayat aktivitas konsumen, semuanya hanya dalam hitungan detik, sementara AI Policy Terms dapat membantu pelanggan melalui percakapan yang kontekstual, pasca penjualan

AI Claims Assistant memungkinkan inisiasi proses klaim secara instan, sehingga memudahkan dan mempercepat konsumen mendapatkan klaim.

AI Sales Admin Chatbot membantu agen penjualan menghasilkan penawaran asuransi yang bersifat personal, mengumpulkan pembayaran, dan menerbitkan polis secara instan melalui chat, sehingga mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia dan memungkinkan layanan 24/7 bagi pelanggan.

AI Claims Processing dan Fraud Detection mengotomatisasi sebagian besar proses pemeriksaan untuk tim klaim, secara signifikan mengurangi pekerjaan manual yang memiliki akurasi yang sangat tepat. Keberadaan AI ini juga memungkinkan persetujuan atau penolakan klaim yang sederhana secara instan, sehingga menghemat waktu dan sumber daya operasional.

Secara khusus untuk otomasi klaim, solusi AI Igloo terbukti mampu memangkas waktu respons pertama dari tiga hari menjadi hanya satu menit. Akurasi ajudikasi juga meningkat menjadi 98%, sementara proses klaim manual berkurang hingga 70%.

Strategi berbasis AI ini juga menegaskan keahlian Igloo dalam pengembangan produk dan teknologi di sektor asuransi. Saat ini, Igloo mencatat Net Dollar Retention (NDR) sebesar 200% dan menargetkan titik impas EBITDA pada tahun 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.