BRIN Akan Fokus di Riset Pangan, Energi, dan Air untuk Kawal Program Pemerintah
📅 Selasa, 11 Nov 2025, 03:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Arif Satria menyatakan dirinya akan mengarahkan BRIN untuk fokus pada riset-riset dan pengembangan bidang pangan, energi, dan air yang merupakan bagian dari program prioritas pemerintah.
Oleh karena itu, Arif akan segera konsolidasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga terkait, perguruan tinggi, industri, dan pemerintah daerah untuk menjalankan program-program riset dan inovasi di tiga sektor prioritas tersebut.
“Insyaallah BRIN akan mengawal program-program prioritas dari Bapak Presiden terkait dengan soal pangan, energi, dan air. Saya kira tiga bidang itulah yang perlu didukung oleh riset dan inovasi yang baik, karena riset dan inovasi ini akan menjadi tumpuan. Di mana pun negara yang memiliki kekuatan riset dan inovasi, itu akan berkorelasi positif dengan kemajuan ekonomi,” kata Arif Satria menjawab pertanyaan wartawan setelah acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11).
Arif Satria dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BRIN di Istana Negara, Jakarta, Senin sore, menggantikan Laksana Tri Handoko. Pelantikan Arif Satria, yang saat dilantik masih menjabat Rektor IPB, ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 123/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BRIN.
Arif Satria melanjutkan untuk sektor pangan, misalnya, sasaran riset dan inovasi dapat mencakup bidang-bidang yang terkait dengan pertanian (on-farm) dan di luar pertanian (off-farm).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jadi, mulai dari soal benih, soal pupuk, soal teknik budidaya, soal pascapanen, soal pengolahan. Banyak sekali. Soal pangan saja sudah luas sekali. Sekarang Presiden meminta pangan, ya harus kita kawal,” kata Arif Satria.
Sementara itu, dalam waktu dekat, Arif menjelaskan untuk fokus meriset dan membangun inovasi bidang pangan, energi, dan air, BRIN akan menambah jumlah peneliti di bidang-bidang terkait, meningkatkan kualitas peneliti, menghimpun lebih banyak dana penelitian, membangun infrastruktur penelitian, dan memperkuat ekosistem penelitian.
“Jadi, itulah yang akan kita dorong. Jumlah peneliti juga harus kita tingkatkan, karena jumlah peneliti kita itu relatif per sejuta penduduk, relatif lebih kecil dibandingkan dengan negara-negara lainnya, dibandingkan dengan Thailand, Korea Selatan, kita masih jauh,” ujar Arif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Demi mewujudkan itu, Arif menekankan pentingnya memiliki sistem untuk menjaring periset-periset. “Jadi, kita akan perkuat talent management yan baik di bidang penelitian. Orang yang punya passion di bidang penelitian itulah yang akan menjadi modal bagi BRIN dan juga bagi kementerian untuk bisa melangkah lebih cepat dan lebih jauh, karena dia bekerja dengan passion. Kita sudah punya tools bagaimana menemukan talenta unggul di bidang riset,” kata Arif Satria.
Wakil Ketua MA
Presiden Prabowo juga melantik Dwiarso Budi Santiarto sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Non-Yudisial di Istana Negara, Jakarta, Senin sore.
Pelantikan Dwiarso sebagai Wakil Ketua MA Bidang Non-Yudisial itu ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 101/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dengan Hormat Ketua Muda Pengawasan Mahkamah Agung dan Pengangkatan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial.
“Bismillahirrahmanirrahim. Demi Allah Saya bersumpah bahwa saya akan memenuhi kewajiban Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non-Yudisial dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta berbakti kepada nusa dan bangsa,” demikian sumpah jabatan yang diikrarkan oleh Dwiarso di hadapan Presiden Prabowo.
Selepas itu, Presiden Prabowo memimpin pengambilan sumpah untuk dua pejabat negara lainnya, yang turut dilantik hari ini di Istana Negara, yaitu Prof. Arif Satria sebagai Kepala BRIN, dan Laksamana Madya TNI (Purn.) Prof. Amarulla Octavian sebagai Wakil Kepala BRIN. Ant/S-2
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!