Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIN Jajaki Kerja Sama dengan Danantara Sektor Industri untuk Siasati Dana Riset Minim

📅 Senin, 10 Nov 2025, 19:12 WIB | Oleh:
BRIN Jajaki Kerja Sama dengan Danantara Sektor Industri untuk Siasati Dana Riset Minim Doc: ANTARA/HO-Tim Media Presiden Prabowo Subianto.
Ket. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Arif Satria menjawab pertanyaan wartawan setelah acara pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11).

JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Arif Satria berencana menjajaki kerja sama dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan sektor industri untuk menyiasati dana riset yang relatif cukup minim sekitar 0,2 persen dari PDB.

Arif mengakui menambah dana riset menjadi salah satu yang diperjuangkan untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Indonesia, tetapi tantangan minimnya dana riset tidak boleh menjadi alasan bagi BRIN untuk berkecil hati, karena masih banyak peluang-peluang yang dapat dijajaki dan dimanfaatkan.

"Saya kira dana memang salah satu faktor penting yang harus terus diperjuangkan, karena kalau kita tahu bahwa dana perguruan tinggi negara lain itu juga sangat tinggi, besar sekali untuk penelitian. Namun, kita tidak perlu berkecil hati, masih banyak opportunity (peluang, red.) yang bisa kita lakukan, termasuk bermitra dengan Danantara," kata Arif Satria menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui selepas acara pelantikan Kepala BRIN di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11).

Arif Satria melanjutkan Danantara merupakan salah satu mitra strategis BRIN, dan hubungan antara dua lembaga itu pun harus diperkuat.

"Saya kira sumber pembiayaan dari berbagai sektor termasuk industri itu menjadi penting. Jadi, yang sebenarnya kita bangun, kita juga ingin mendorong agar industri-industri yang ada di Indonesia itu juga membangun kekuatan R&D (penelitian dan pengembangan, red.). Industri tanpa inovasi yang kuat, tanpa R&D yang kuat, akan berat," kata Prof. Arif.

Dalam kesempatan yang sama, Arif Satria menekankan peran riset dan inovasi tidak hanya untuk industri, tetapi untuk pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Arif merujuk pendapatnya itu kepada pemikiran Peraih Nobel Ekonomi Tahun 2018, Paul Romer. Teori Romer yang mengantarkannya pada hadiah Nobel dikenal dengan "Endogenous Growth Theory".

"Dia mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan, ekonomi sebuah bangsa akan sangat ditentukan sejauh mana kekuatan di bidang R&D, di bidang inovasi. Saya kira Bapak Presiden memiliki komitmen yang sangat kuat untuk menempatkan R&D sebagai salah satu pilar penting dalam kemajuan ekonomi. Itulah yang kemudian harus kita terjemahkan dalam berbagai langkah-langkah strategis maupun taktis," sambung Arif Satria.

Arif Satria dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BRIN di Istana Negara, Jakarta, Senin sore, menggantikan Laksana Tri Handoko. Pelantikan Arif Satria, yang saat dilantik masih menjabat Rektor IPB, ditetapkan dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 123/P Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala BRIN. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.