Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Penemuan 72.000 Kasus TBC di Jawa Tengah

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 22:45 WIB | Oleh:
Penemuan 72.000 Kasus TBC di Jawa Tengah Doc: Antara
Ket. Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator PMK Prof. Warsito (tengah), didampingi Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yunita Dyah Suminar dan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng Iwanuddin Iskandar.

Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan sampai saat ini telah menemukan setidaknya 72.000 kasus tuberkulosis (TBC) dari target temuan sebanyak 104.000 kasus.

"Jadi, kami masih punya PR (pekerjaan rumah) sekitar 32.000 kasus di Jateng," kata Kepala Dinkes Jateng Yunita Dyah Suminar, saat kampanye TOSS (Temukan, Obati, Sampai Sembuh) TBC, di Semarang, Minggu.

Menurut dia, kampanye TOSS itu dimaksudkan agar masyarakat peduli terhadap TBC, termasuk jika menemukan anggota masyarakatnya yang mengalami gejala TBC untuk dilakukan pengobatan.

Ia meminta masyarakat untuk tidak perlu takut dengan TBC, sebab pemerintah telah menjamin pengobatan penderita TBC secara gratis hingga tuntas.

"Maka 'campaign' ini tujuannya adalah bagaimana masyarakat 'aware' terhadap apa sih gejala TBC? Bagaimana sih cara penyembuhannya? Gratis penyembuhan untuk TBC," katanya.

Tak hanya penderita TBC, kata dia, pemeriksaan juga harus dilakukan kepada 10-14 orang yang memiliki kontak erat dengan penderita.

"Seperti COVID-19 kan dulu di-'tracing' ya, ini sama sebetulnya. Karena penyakit TBC ini tentu sangat mudah menular," katanya.

Saat ini, kata dia, Pemprov Jateng memang sudah ada program Dokter Spesialis Keliling (Speling) dipadu dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG), tetapi butuh peran pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah desa.

"Kemudian masyarakat kader-kader kesehatan itu segera bergerak untuk bisa menemukan masyarakat yang mungkin terkena TBC," kata Yunita.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Jateng Iwanuddin Iskandar menambahkan bahwa sinergi lintas sektor sangat dibutuhkan untuk penanggulangan TBC, bahkan hingga ke tingkat pemerintah desa.

"Desa nantinya harus siap untuk bersinergi untuk mengatasi itu semua. Siapa yang punya masyarakat tentunya yang tahu adalah desa. Siapa yang tahu dia kena TBC dan sebagainya," katanya.

Ia mengatakan bahwa langkah yang dilakukan terkait TBC bukan hanya secara medis hingga kesembuhan, tetapi juga penting pendampingan secara psikologis dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Jangan kucilkan orang yang kena TBC, dirangkul dengan baik, jangan menyebarkan informasinya, obati sampai tuntas. Kemudian mitigasi daerah lokasi yang memang berpotensi TBC," katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kementerian Koordinator PMK Prof. Warsito mengatakan bahwa kampanye TOSS itu dilakukan di delapan provinsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.