Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PAM Jaya Bantah Ada Kenaikan Tarif Air Bersih

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 09:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
PAM Jaya Bantah Ada Kenaikan Tarif Air Bersih Doc: ANTARA
Ket. Arsip foto - Salah satu warga mencuci tangan pada wastafel yang disediakan PAM JAYA untuk mendukung bazar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kuliner di kawasan Sahid Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (26/6/2022). 

JAKARTA – Direktur Utama Perumda PAM Jaya, Arief Nasrudin, membantah isu adanya kenaikan tarif air bersih bagi pelanggan di DKI Jakarta.

Menurut dia, kabar yang beredar mengenai naiknya tagihan air merupakan bentuk kesalahpahaman di tengah proses migrasi sistem pelanggan yang sedang dijalankan.

Arief di Jakarta, Minggu (09/11), memastikan bahwa perubahan tarif air tidak mungkin dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas.

“Kemarin ini juga ada 'misunderstanding' tentang informasi tentang PAM Jaya menaikkan tarif kembali. Yang kita naikkan tarif tanpa adanya pergub. Itu nggak ada sebenarnya," ujar Arief.

Justru, pihaknya saat ini sedang memperluas program Kartu Air Sehat yang memberikan tarif murah bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.

Melalui sistem migrasi tersebut, data penerima subsidi air bersih akan lebih tepat sasaran. 'Makanya sistem migrasi ini kami rapikan," katanya.

Pihaknya khawatir ada masyarakat yang sebenarnya tidak masuk kelompok 2A1 tapi tercatat di situ atau sebaliknya. "Jadi kami sedang lakukan re-opname dan perapian data," katanya.

Terkait pengelompokan pelanggan, Arief menjelaskan, ditentukan kategori masyarakat dan besaran tarif yang harus dibayar.

Untuk kelompok 2A1 dan 2A2, tarif air hanya sebesar Rp1.000 per meter kubik atau Rp1 per liter, sebagai tarif termurah di Indonesia.

Arief mengakui bahwa program subsidi silang yang dijalankan PAM Jaya selama ini menelan biaya besar. Tahun 2025, total subsidi yang digelontorkan mencapai Rp66 miliar dan tahun depan diperkirakan meningkat menjadi Rp111 miliar.

“Makanya kemarin ada beberapa yang memang mungkin kena dampak, mungkin juga sistemnya yang terlalu cepat atau kemudian ada masyarakat yang sudah belum ter-'update',” kata Arief.

Sebelumnya, sejumlah warga Jakarta mengeluhkan tagihan air PAM Jaya yang naik hingga dua kali lipat pada Oktober 2025.

Sejumlah pelanggan bahkan mendatangi kantor pelayanan PAM Jaya di Pasar Rebo untuk meminta klarifikasi.

Dalam situs resmi PAM Jaya, memang tidak terdapat penjelasan gamblang mengenai kenaikan tarif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.