PAM Jaya Bantah Ada Kenaikan Tarif Air Bersih
📅 Minggu, 09 Nov 2025, 09:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
JAKARTA – Direktur Utama Perumda PAM Jaya, Arief Nasrudin, membantah isu adanya kenaikan tarif air bersih bagi pelanggan di DKI Jakarta.
Menurut dia, kabar yang beredar mengenai naiknya tagihan air merupakan bentuk kesalahpahaman di tengah proses migrasi sistem pelanggan yang sedang dijalankan.
Arief di Jakarta, Minggu (09/11), memastikan bahwa perubahan tarif air tidak mungkin dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas.
“Kemarin ini juga ada 'misunderstanding' tentang informasi tentang PAM Jaya menaikkan tarif kembali. Yang kita naikkan tarif tanpa adanya pergub. Itu nggak ada sebenarnya," ujar Arief.
Justru, pihaknya saat ini sedang memperluas program Kartu Air Sehat yang memberikan tarif murah bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui sistem migrasi tersebut, data penerima subsidi air bersih akan lebih tepat sasaran. 'Makanya sistem migrasi ini kami rapikan," katanya.
Pihaknya khawatir ada masyarakat yang sebenarnya tidak masuk kelompok 2A1 tapi tercatat di situ atau sebaliknya. "Jadi kami sedang lakukan re-opname dan perapian data," katanya.
Terkait pengelompokan pelanggan, Arief menjelaskan, ditentukan kategori masyarakat dan besaran tarif yang harus dibayar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk kelompok 2A1 dan 2A2, tarif air hanya sebesar Rp1.000 per meter kubik atau Rp1 per liter, sebagai tarif termurah di Indonesia.
Arief mengakui bahwa program subsidi silang yang dijalankan PAM Jaya selama ini menelan biaya besar. Tahun 2025, total subsidi yang digelontorkan mencapai Rp66 miliar dan tahun depan diperkirakan meningkat menjadi Rp111 miliar.
“Makanya kemarin ada beberapa yang memang mungkin kena dampak, mungkin juga sistemnya yang terlalu cepat atau kemudian ada masyarakat yang sudah belum ter-'update',” kata Arief.
Sebelumnya, sejumlah warga Jakarta mengeluhkan tagihan air PAM Jaya yang naik hingga dua kali lipat pada Oktober 2025.
Sejumlah pelanggan bahkan mendatangi kantor pelayanan PAM Jaya di Pasar Rebo untuk meminta klarifikasi.
Dalam situs resmi PAM Jaya, memang tidak terdapat penjelasan gamblang mengenai kenaikan tarif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!