Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPR Nilai Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur Bentuk Penghormatan

📅 Minggu, 09 Nov 2025, 11:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
DPR Nilai Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur Bentuk Penghormatan Doc: Antara Foto
Ket. Anggota DPR RI Danang Wicaksana Sulistya.

Anggota DPR RI Danang Wicaksana Sulistya menilai usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Ke-2 Republik Indonesia Soeharto dan Presiden Ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid alias Gus Dur adalah bentuk penghormatan terhadap perjuangan mereka.

Menurut dia, berbagai pihak tidak boleh menutup mata akan perjuangan yang dilakukan oleh dua sosok hanya karena perbedaan pandangan politik. Dia menilai hal itu juga harus dilihat sebagai upaya bangsa untuk menghargai kontribusi nyata mereka terhadap kemajuan Indonesia.

“Kita perlu bersikap objektif dan adil dalam menilai sejarah. Semua pemimpin memiliki sisi positif yang layak diapresiasi," kata Danang di Jakarta, Minggu.

Dia menilai pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto dan Gus Dur merupakan bentuk penghormatan negara terhadap dedikasi dan pengabdian mereka dalam perjalanan sejarah Indonesia.

Dia menjelaskan Soeharto telah memimpin Indonesia lebih dari tiga dekade dan membawa banyak kemajuan di sektor ekonomi dan infrastruktur. Sedangkan Gus Dur menjadi simbol kebebasan dan kemanusiaan, yang mengajarkan pentingnya keberagaman.

Untuk itu, dia menyebut bahwa pengakuan terhadap jasa kedua tokoh ini tidak boleh dilihat dari sisi politik semata.

"Dalam filosofi leluhur, ada istilah mikul dhuwur mendhem jero (menjunjung tinggi martabat, kebaikan, dan kehormatan leluhur/pendahulu)," kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Sosial mengusulkan sebanyak 40 nama tokoh untuk mendapat gelar pahlawan nasional, termasuk aktivis buruh perempuan asal Nganjuk, Jawa Timur, Marsinah.

Selain Marsinah, Presiden RI Ke-2 Soeharto dan Presiden RI Ke-4 Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta tokoh lain yang diusulkan, antara lain ulama asal Bangkalan Syaikhona Muhammad Kholil; Rais Aam PBNU K.H. Bisri Syansuri; K.H. Muhammad Yusuf Hasyim dari Tebuireng, Jombang; Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf dari Sulawesi Selatan; serta Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin dari Jakarta (mantan Gubernur Jakarta).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Isyaratkan Hadir Lang...
Luar Negeri
Filipina: Struktur Apung Ti...

PBB: 58 Negara dan Wilayah Terkontaminasi Ranjau

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
PBB: 58 Negara dan Wilayah ...
Luar Negeri
Korsel Desak Trump Pimpin P...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
  • Malasyia Mencak-mencak Kebakaran Jenggot Dimasukkan ke Dalam Kelas Dua Sepak Bola Asean
    Preview komentar:
    Jiran kita kejet-kejet tanpa bisa berbuat apa2
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

Kabar Baik untuk UMKM, Sertifikat Halal Self-Declare Dijamin Terbit dalam 1x24 Jam

17 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.