Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wali Kota Makassar Pastikan SPMB 2026 Bebas dari Calo dan Siswa Titipan

📅 Kamis, 18 Jun 2026, 02:25 WIB | Oleh:
Wali Kota Makassar Pastikan SPMB 2026 Bebas dari Calo dan Siswa Titipan Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkot Makassar
Ket. Wali Kota Makassar Munafri Arifussin saat meninjau langsung prlaksanaan verifikasi SPMB di sejumlah sekolah di Makassar, Rabu (17/6).

MAKASSAR - Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan tidak ada toleransi bagi praktik percaloan maupun penitipan calon siswa dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026. 

Munafri mengingatkan masyarakat agar tidak mempercayai pihak-pihak yang mengaku mampu meloloskan calon siswa melalui jalur tertentu dengan imbalan tertentu. 

"Jangan lagi percaya calo-calo. Silakan datang langsung ke sekolah jika ada yang ingin ditanyakan atau ada hal yang belum dipahami. Semua sudah disiapkan kanal pengaduan dan pelayanan informasi," ujarnya saat melakukan pemantauan langsung proses verifikasi SPMB di sejumlah sekolah di Makassar, Rabu.

Menurut Ketua IKA Fakultas Hukum Unhas itu, prinsip utama yang harus dijaga dalam SPMB adalah keadilan. Dia tidak ingin peserta didik yang secara aturan memiliki prioritas justru tersingkir oleh pihak lain karena adanya kedekatan dengan pejabat atau penyelenggara. 

Munafri juga menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang ditemukan dalam proses verifikasi akan ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. 

"Karena itu, pengawasan internal maupun pengaduan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga integritas pelaksanaan SPMB," pesan Munafri.

Saat ini proses penerimaan siswa baru memasuki tahapan verifikasi seperti jalur non-domisili, yakni jalur afirmasi, jalur mutasi, dan jalur prestasi.

Sementara tantangan yang lebih besar diperkirakan akan terjadi saat pembukaan jalur domisili karena jumlah pendaftar yang jauh lebih tinggi.

"Kita tidak mau ada ketidakadilan dalam proses penerimaan siswa baru ini," kata Munafri.

Ia menekankan bahwa Pemerintah Kota Makassar berkomitmen memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh calon peserta didik tanpa adanya perlakuan khusus ataupun intervensi pihak tertentu. Karena itu, setiap data yang masuk harus diverifikasi secara ketat dan profesional, tanpa mengabaikan hak masyarakat.  

Selain pengawasan langsung di lapangan, Pemkot Makassar juga mengandalkan sistem digital untuk memperkuat transparansi proses penerimaan siswa baru.

Melalui aplikasi dan dasbor pendaftaran yang dapat dipantau secara real-time, masyarakat dapat melihat perkembangan status verifikasi secara terbuka.

Munafri menyebut pemanfaatan teknologi tersebut menjadi salah satu instrumen penting untuk mempersempit ruang terjadinya manipulasi data maupun praktik-praktik yang berpotensi merugikan calon peserta didik.

“Kita menggunakan aplikasi untuk memastikan keterbukaan informasi, akses yang lebih mudah, real-time, dan benar-benar harus dijaga. Khususnya para verifikator harus memastikan anak-anak ini bisa terserap dengan baik sesuai kuota yang dimiliki sekolah," demikian Munafri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.