Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamen Isyana Tegaskan Keamanan Pangan Penting dalam Program MBG

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 11:50 WIB | Oleh:
Wamen Isyana Tegaskan Keamanan Pangan Penting dalam Program MBG Doc: Kemendukbangga
Ket. Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka (kiri) saat meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Subagan, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Kamis (6/11/2025).

JAKARTA - Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka menegaskan pentingnya keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan itu disampaikan Wamen Isyana saat meninjau pelaksanaan Program MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Subagan, Kabupaten Karangasem, Bali, pada Kamis (6/11).

Isyana dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu, menegaskan bahwa kualitas dan kebersihan makanan harus dijaga setiap hari, bukan hanya saat ada kunjungan.

"Program MBG adalah program yang sangat mulia. Tujuannya agar ibu dan anak memperoleh gizi terbaik. Oleh karena itu, detail teknis di lapangan harus diperhatikan betul dari proses penyimpanan, kebersihan dapur, hingga distribusi makanan," ujar dia. 

Ia juga mengingatkan pentingnya koordinasi antarinstansi agar standar pelayanan SPPG terus meningkat. Menurutnya, Kabupaten Karangasem telah memiliki sistem yang baik, namun masih perlu perbaikan untuk menjamin mutu dan higienitas.

"Kita ingin kualitas asupan terus meningkat, tetapi tetap aman dan sesuai kebutuhan gizi," ujar Isyana.

Ia juga berdialog langsung para penerima manfaat. Salah satunya Kadek Sri (23 tahun), ibu muda dari bayi kembar Wayan dan Putu yang baru berusia sebulan. Sejak masa kehamilan, ia telah menerima bantuan paket gizi dari program MBG.

"Syukur, berat badan bayi kembar saya bagus. Makanannya membantu sekali," kata Kadek.

Penerima manfaat lainnya, Ketut Ayu Lestari (38 tahun), seorang ibu hamil delapan bulan, mengaku sangat terbantu sejak menerima bantuan MBG pada Agustus lalu.

“Makanannya enak dan bergizi, cukup meringankan beban keluarga. Dua anak kami juga mendapatkan MBG di sekolah, semoga programnya terus berlanjut," tuturnya.

Melalui pemenuhan gizi di 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) atau usia 0-2 tahun, Program MBG diharapkan dapat menekan angka stunting sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Menekraf: Musik Indonesia Kian Mendunia

1 jam lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Menekraf: Musik Indonesia K...
Nasional
Kemenpar Ajak Berwisata Mel...
Nasional
BKKBN Percepat Penanganan K...
Ekonomi
KKP Jaga Kredibilitas Penge...
Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

Sebanyak 34.000 Bungkus Nasi Dibagikan dalam Tradisi Buka Luwur Sunan Kudus

25 Jun 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.