Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menilik Potensi Wisata Pengamatan Migrasi Burung

📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 14:15 WIB | Oleh:
Menilik Potensi Wisata Pengamatan Migrasi Burung Doc: ANTARA/Sugiharto Purnama
Ket. Seorang pengamat burung mengoperasikan teropong untuk melihat burung migran yang terbang dari Bukti Nipah, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (18/10).

Mataram -- Musim dingin yang menjadikan suhu udara berada di bawah titik beku membuat sebagian besar hewan harus hibernasi untuk bertahan hidup dari lingkungan ekstrem.

Ketika musim dingin menyelimuti belahan bumi utara, makhluk hidup enggan beraktivitas seperti biasa. Insekta dan makhluk sejenis yang sehari-hari menjadi mangsa bagi kawanan hewan ovipar (berkembang biak dengan bertelur) tak sudi menampakkan diri akibat lingkungan membeku.

Keterbatasan persediaan pakan akibat insekta yang tak mau nongol itu, mendorong migrasi burung. Demi mencegah kelaparan dan mati dalam sunyi, jutaan burung terbang ke wilayah bersuhu hangat untuk mencari pakan dan berkembangbiak. Belahan bumi selatan adalah tujuan utama mereka melakukan migrasi pada setiap penghujung tahun.

Jalur migrasi burung dari utara ke selatan berada dalam koridor tetap. Tempat istirahat atau rest area untuk melepas lelah dari perjalanan panjang yang menghabiskan waktu berminggu-minggu, salah satunya ada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Daerah tropis yang berada dekat khatulistiwa dan dilintasi garis Wallace membuat NTB punya lingkungan yang ideal bagi burung migran karena memiliki kawasan hutan basah, padang savana, mangrove, maupun rawa.

Momentum kedatangan burung migran dari belahan bumi utara dapat dimanfaatkan untuk aktivitas pengamatan burung dalam rangka memperkaya pengetahuan dan keilmuan bidang ekologi.

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu rute yang selalu dilewati burung migran dari belahan bumi utara menuju selatan maupun dari bumi selatan menuju utara.

Burung-burung dari Asia Timur umumnya melalui Tiongkok, Taiwan, Filipina, Kalimantan, Sulawesi, Sumbawa, dan Nusa Tenggara, kemudian melaju ke Australia. Adapula spesies burung lain yang melalui jalur barat, yakni Sumatera, Jawa, dan Bali atau melalui jalur tengah, yaitu Sulawesi dan Nusa Tenggara Timur.

Nusa Tenggara Barat berada di jalur East Asian - Australasian Flyway (EAAF) yang membentang dari Rusia Timur dan Alaska menuju selatan hingga Australia dan Selandia Baru. Jalur terbang Asia Timur - Australia tersebut merupakan salah satu jalur migrasi burung terpadat di dunia karena dilewati hingga 50 juta ekor burung migran setiap tahun.

Posisi Nusa Tenggara Barat yang masuk dalam jalur migrasi terpadat menjadikan aktivitas pengamatan burung migran sebagai sebuah potensi baru bagi pengembangan ekowisata daerah.

Beberapa daerah di Nusa Tenggara Barat yang sering dikunjungi burung migran adalah ekowisata mangrove Bagek Kembar di Lombok Barat, areal perbukitan di pesisir Lombok Utara, dan Taman Nasional Moyo Satonda di Pulau Sumbawa.

20251108140829_Menilik-potensi-wisata-pengamatan-migrasi-burung-2.jpg

Seekor burung pemangsa spesies Sikep-madu Asia

Sarana edukasi dan rekreasi 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.