Mantan Ketua KPK Antasari Azhar Meninggal Dunia Hari Ini, Berikut Kiprah Karir Selama Hidupnya
📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 16:36 WIB | Oleh: Muhammad Ihsan Karim
Doc: Antara
JAKARTA, KORAN-JAKARTA.COM - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar meninggal dunia pada Sabtu, 8 November 2025, pukul 10.57 WIB.
Kabar duka itu dikonfirmasi oleh kuasa hukumnya, Boyamin Saiman.
“Ya betul, barusan saya konfirmasi ke teman jaksa lain dan pengurus Masjid Asy-Syarief BSD, bahwa akan diselenggarakan salat jenazah bada Ashar,” ujar Boyamin, dikutip dari Antara, Sabtu, (8/11).
Boyamin juga menyampaikan permohonan doa bagi mendiang Antasari.
“Mohon doanya agar beliau diampuni segala kesalahan dan mendapatkan pahala yang sebanyak-banyaknya di akhirat,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Rencananya, jenazah akan dimakamkan di pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.
Jejak Panjang Karier Antasari Azhar
Antasari Azhar lahir pada 18 Maret 1953 di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Ia meninggalkan seorang istri, Ida Laksmiwati, dan seorang anak, Ajeng Oftarika Antasari Putri.
Masa kecilnya dihabiskan di Belitung sebelum melanjutkan pendidikan di Jakarta. Setelah lulus SMA pada 1971, Antasari menempuh studi di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, jurusan Tata Negara, dan meraih gelar sarjana pada 1981.
Sebaiknya Anda baca juga:
Semasa kuliah, ia dikenal aktif berorganisasi. Antasari pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa dan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa, serta aktif di Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Ia juga mengakui dirinya sebagai salah satu mahasiswa yang ikut turun ke jalan pada gerakan demonstrasi tahun 1978.
Selain pendidikan formal, Antasari memperdalam ilmu hukum melalui berbagai pelatihan internasional, seperti Commercial Law di University of New South Wales, Sydney, dan Investigation for Environmental Law di EPA Melbourne.
Dari Jaksa Hingga Ketua KPK
Karier Antasari dimulai di Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Departemen Kehakiman pada 1981–1985, sebelum akhirnya menjadi jaksa fungsional di Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat.
Ia kemudian menempati sejumlah posisi penting di berbagai daerah, antara lain Jaksa Fungsional di Kejaksaan Negeri Tanjung Pinang (1989–1992), Kepala Seksi Penyidikan Korupsi di Kejaksaan Tinggi Lampung (1992–1994), serta Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Barat (1994–1996). Kariernya terus menanjak hingga menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja (1997–1999).
Di Kejaksaan Agung, Antasari sempat menjabat sebagai Kasubdit Upaya Hukum Pidana Khusus dan Kasubdit Penyidikan Pidana Khusus (1999–2000), lalu Kepala Bidang Hubungan Media Massa (2000).
Namun, namanya baru dikenal luas publik ketika menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (2000–2007). Saat itu, ia menangani eksekusi vonis terhadap Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Kasus tersebut sempat menimbulkan sorotan karena Tommy berhasil melarikan diri sebelum dieksekusi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!