Fenomena Alam: Saat Musim Dingin, Hewan Tidur Panjang dan Burung Cari Hangat di Selatan
📅 Sabtu, 08 Nov 2025, 14:00 WIB | Oleh: Tim PenulisDengan keragaman wisata, maka berpotensi meningkatkan durasi lama tinggal dan belanja para wisatawan. Hal tersebut merupakan dua indikator yang menjadi ukuran penting dalam menilai performa ekonomi pariwisata daerah.
Pemerintah berperan besar dalam mengembangkan wisata minat khusus pengamatan burung migran, sekaligus membangun jejaring internasional melalui tour operator dengan negara penyumbang wisatawan terbanyak.
Sinergi lintas sektor dalam kerangka pentahelix harus mampu dibangun agar Nusa Tenggara Barat tidak saja disinggahi oleh burung-burung dari luar negeri, namun juga dikunjungi wisatawan dari berbagai belahan dunia.
Regulasi mesti diperketat untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan konservasi. Regulasi itu dapat tertuang dalam peraturan daerah yang mengatur mengenai kualifikasi tour operator dan pemandu wisata alam yang menyelenggarakan pengamatan burung mencakup pembatasan jumlah pengunjung, penentuan zona konservasi, serta pelaksanaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui perencanaan matang dengan menyelaraskan kepentingan ekonomi dan kelestarian alam, maka aktivitas pengamatan burung migran dapat menjadi ikon wisata baru yang memperkuat citra destinasi di Indonesia terkhusus Nusa Tenggara Barat.
Di balik kepakan sayap jutaan ekor burung migran tersimpan potensi besar untuk membangun masa depan pariwisata yang lebih hijau, cerdas, dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!