Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Transformasi dari Tradisional ke Digital Digenjot, Modernisasi Pertanian Jadi Fondasi Kedaulatan Pangan RI

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 19:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transformasi dari Tradisional ke Digital Digenjot, Modernisasi Pertanian Jadi Fondasi Kedaulatan Pangan RI Doc: ANTARA/ HO-Kementan
Ket. Ilustrasi - Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan).

JAKARTA – Modernisasi pertanian menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, dengan menggeser paradigma dari mekanisasi konvensional menuju pertanian cerdas 5.0 yang berbasis teknologi dan inovasi berkelanjutan.

Transformasi ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi, tetapi juga menciptakan ekosistem pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim dan dinamika pasar global.

Melalui penerapan Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan analisis data, pertanian modern diharapkan mampu menghadirkan produksi yang presisi, berkelanjutan, serta berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

"Pertanian Indonesia kini harus bertransformasi dari mekanisasi konvensional menuju pertanian cerdas 5.0 yang menekankan efisiensi, presisi, dan inovasi di seluruh rantai produksi," kata Wakil Menteri Pertanian Sudaryono saat membuka Indogritech Expo (IGT) 2025 di Tangerang, sebagaimana keterangan di Jakarta, Jumat (7/11).

Sudaryono menyampaikan transformasi merupakan kelanjutan dari proses panjang modernisasi pertanian di Indonesia.

“Ini kan kita sudah menjadi pertanian 4.0 atau mungkin 5.0 lah ya. Dari yang tadinya manual sekali, kemudian mekanisasi sedikit. Lama-lama ini bukan lagi mekanisasi, tapi betul-betul mekanisasi plus-plus,” ujarnya.

Dia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, peneliti, dan asosiasi industri dalam memperkuat inovasi sektor pertanian.

Wamentan Sudaryono atau yang akrab disapa Mas Dar menekankan pemerintah hadir sebagai bagian dari solusi bagi para pelaku industri pertanian.

“Pemerintah menjadi solusi. Kita tidak ingin menjadi bagian dari masalah. Semua pihak, pelaku usaha, peneliti, asosiasi, dan Kementerian Pertanian, harus bersama-sama menjadi part of the solution,” tutur Sudaryono.

Menurutnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak akan menggantikan peran manusia, melainkan membantu mempercepat peningkatan produktivitas pertanian nasional.

“Artificial Intelligence tidak akan menggantikan manusia, tetapi membantu memperlancar dan mengambil sebagian pekerjaan manusia. Teknologi yang tidak membantu manusia pasti akan kita tinggalkan,” jelasnya.

Ia menambahkan arah kebijakan pembangunan pertanian di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menempatkan sektor pertanian dan pangan sebagai prioritas utama. Salah satu program strategis yang disebut sebagai emerging market baru adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah.

“Kebutuhan pangan dari program MBG ini sangat besar. Artinya ada peluang baru di sektor telur, ayam, susu, dan daging. Sekaranglah waktunya memperbesar kapasitas produksi nasional,” ujarnya.

Ia mengajak pelaku usaha di subsektor peternakan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan nasional tanpa bergantung pada impor.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Jakarta Terima Hadiah Ultah...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
# 7
Crysencio Summerville
📅 Rabu, 24-Jun-2026
Crysencio Summerville
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.