Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Reversal Tajam! IHSG Sepekan Ini Menguat 230 Poin Setelah Tertekan di Akhir Oktober

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 18:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Reversal Tajam! IHSG Sepekan Ini Menguat 230 Poin Setelah Tertekan di Akhir Oktober Doc: ANTARA FOTO/ Asprilla Dwi Adha
Ket. Ilustrasi - Petugas melintasi layar digital yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada pekan 3–7 November 2025, menandai pembalikan arah setelah sempat terkoreksi pada pekan sebelumnya.

Kinerja positif ini ditopang oleh arus masuk dana investor domestik, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang indeks.

Penguatan IHSG juga mencerminkan optimisme pasar terhadap stabilitas ekonomi dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter global, meski volatilitas eksternal masih membayangi pergerakan jangka pendek.

Selama periode perdagangan pada 3-7 November 2025, IHSG cenderung menguat 230,71 poin atau sekitar 2,83 persen. Capaian ini berbalik dari kinerja IHSG pada pekan 27-31 Oktober 2025 yang cenderung terkoreksi 107,84 poin atau sekitar 1,30 persen.

Seperti diketahui, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (7/11) sore, ditutup menguat 57,53 atau 0,69 persen ke posisi 8.394,59 seiring dengan meningkatnya likuiditas di pasar domestik. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 5,85 poin atau 0,69 persen ke posisi 853,50.

"Kenaikan indeks antara lain disebabkan oleh meningkatnya likuiditas di pasar domestik, data cadangan devisa Oktober 2025 yang lebih baik dari bulan sebelumnya, serta penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.

Dari dalam negeri, data cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi 149,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2025 dari senilai 148,7 miliar dolar AS, terutama disebabkan oleh penerbitan obligasi pemerintah, penerimaan pajak dan jasa, di tengah upaya BI untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah.

Level cadangan devisa Indonesia cukup untuk membiayai 6,2 bulan impor atau 6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, atau jauh di atas standar kecukupan internasional yang sebesar 3 bulan impor.

Di sisi lain, indeks harga properti hunian di Indonesia meningkat 0,84 persen year on year (yoy) pada kuartal III-2025, atau menurun dari 0,9 persen (yoy) pada kuartal II 2025, serta menandakan pertumbuhan paling lambat sejak 2003.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor menguat yaitu dipimpin sektor infrastruktur yang naik sebesar 2,20 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 1,78 persen dan 1,59 persen.

Sedangkan, empat sektor melemah yaitu sektor barang konsumen primer yang turun paling dalam sebesar 0,77 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor barang konsumen primer yang turun sebesar 0,36 persen dan 0,33 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu KDTN, HDFA, CHEM, FPNI, dan GMTD. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni UNTD, DFAM, WOOD, SMMT, dan FLMC.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Asosiasi Ojek Online: Aturan Bagi Hasil 92:8 Persen Beri Dampak Nyata Pengemudi Ojol
    Preview komentar:
    Bener bang,,, potongan 8% itu hanya omon omon ...
    Betul tuh bang banyak bacot,,Lebel aja 8% hasil ...
  • Ketahanan Pangan Diperkuat Rp195,3 Triliun, Mampukah Harga Pangan Ikut Stabil?
    Preview komentar:
    Meskipun fokus RAPBN 2027 ini sangat kuat pada ...
  • Tenun Dinilai Menekraf Harus Ditampilkan Agar Nilai Ekonominya Berkembang
    Preview komentar:
    Langkah strategis Kementerian Ekraf dalam mensertifikasi desain tenun ...
Megapolitan
Solidaritas Sosial dengan K...
Megapolitan
Kondisi Perekonomian Jakart...
Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Masih Tertahan, Tunggu Aturan Menkeu

17 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.