Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OJK Catat Pertumbuhan Kredit 7,7% hingga Rp8.162 Triliun, Sinyal Mesin Ekonomi Berputar?

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 19:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Catat Pertumbuhan Kredit 7,7% hingga Rp8.162 Triliun, Sinyal Mesin Ekonomi Berputar? Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Layanan perbankan.

JAKARTA – Kredit perbankan sangat penting untuk individu dan ekonomi secara keseluruhan karena memungkinkan pembelian besar, mendorong pertumbuhan bisnis, meningkatkan peredaran uang, dan memfasilitasi pembangunan ekonomi nasional.

Tanpa kredit, banyak orang akan kesulitan untuk membeli rumah atau mobil, dan bisnis tidak akan memiliki modal yang cukup untuk berkembang.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan penyaluran kredit perbankan tumbuh 7,7 persen year on year (yoy) menjadi senilai Rp8.162,8 triliun per September 2025.

“Kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga dan aktivitas operasional perbankan juga tetap optimal untuk memberikan layanan keuangan bagi masyarakat,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Oktober 2025 di Jakarta, Jumat (7/11).

Dari sisi penggunaan, kredit investasi tumbuh 15,18 persen secara tahunan (yoy), diikuti oleh kredit konsumsi tumbuh 7,4 persen (yoy), sedangkan kredit modal kerja tumbuh 3,37 persen (yoy).

Dari kategori debitur, kredit korporasi tumbuh 11,53 persen (yoy), sementara kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tumbuh 0,23 persen (yoy).

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,81 persen (yoy) menjadi Rp9.695,4 triliun per September 2025.

Dian menjelaskan, penurunan suku bunga acuan BI-Rate juga diikuti oleh penurunan suku bunga perbankan, yang mana dibandingkan tahun sebelumnya rata-rata suku bunga kredit rupiah tercatat turun 50 basis poin untuk kredit investasi, serta turun 41 basis poin untuk kredit modal kerja.

Dari sisi penghimpunan dana, lanjutnya, suku bunga tertimbang DPK rupiah terpantau menurun 11 basis poin menjadi di level 2,78 persen pada September 2025 dari sebelumnya 2,89 persen pada Agustus 2025.

“Penurunan didorong oleh penurunan suku bunga deposito rupiah yang tercatat 4,96 persen pada September 2025, sedangkan pada Agustus 2025 sebelumnya tercatat 5,24 persen,” ujar Dian.

Dian memastikan likuiditas industri perbankan pada September 2025 memadai, dengan rasio Alat Likuid Non-Core Deposit (ALNCD) dan Alat Likuid Dana Pihak Ketiga (ALDPK) secara berurutan sebesar 130,47 persen dan 29,30 persen.

Adapun liquidity coverage ratio (LCR) berada di level 205,94 persen. Sementara itu, kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah bruto (NPL gross) sebesar 2,24 persen, dan NPL net relatif stabil sebesar 0,87 persen.

Sementara itu, Loan At Risk (LAR) tercatat menjadi 9,52 persen pada September 2025, dari sebelumnya 9,73 persen pada Agustus 2025.

Ketahanan perbankan juga tetap kuat, tercermin dari rasio permodalan atau Capital Adequacy Ratio (CAR) yang di level 26,15 persen pada September 2025, yang menjadi bantalan mitigasi risiko yang kuat untuk mengantisipasi kondisi ketidakpastian global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Pemerintah Provinsi DKI Jak...

Indonesia-Arab Saudi Perluas Kerja Sama Sektor Transportasi

30 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Luar Negeri
Indonesia-Arab Saudi Perlua...
Megapolitan
Disperindag: Harga Komodita...

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok di Purwokerto Mulai Naik

52 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Ekonomi
Harga Sejumlah Kebutuhan Po...

Menkeu Purbaya Pastikan Tak Naikkan Tarif Pajak

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Ekonomi
Menkeu Purbaya Pastikan Tak...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.