Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Darurat Narkoba

📅 Jumat, 07 Nov 2025, 00:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Program kolaborasi memiliki tiga fokus utama. Pertama, penguatan ketahanan masyarakat melalui pembentukan dan penguatan Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) serta pemberdayaan komunitas lokal sebagai pelopor pencegahan.

Kedua, kolaborasi dan sinergi lintas sektor antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, dan dunia usaha dalam pelaksanaan program edukasi, deteksi dini, serta intervensi berbasis masyarakat.

Ketiga, pemanfaatan teknologi informasi dan media digital untuk memperluas jangkauan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) sekaligus meningkatkan literasi masyarakat terhadap bahaya narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.

Apa yang Anda inginkan dari masyarakat?

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Jakarta untuk mewujudkan tiga hal penting. Pertama, menjadikan lingkungan sebagai zona bersih dari penyalahgunaan narkoba.

Kemudian kedua, menjadikan keluarga sebagai benteng pertama dalam melawan penyalahgunaan narkoba. Ketiga, menumbuhkan semangat kebangsaan dan gotong royong sebagai senjata moral dalam menjaga masa depan bangsa dari ancaman narkotika.

Saya berharap Jaga Jakarta Tanpa Narkoba dapat menjadi gerakan moral, sosial, dan kebangsaan yang menjadi model kolaborasi nasional dalam membangun desa/kota yang bersih tanpa narkoba.

Program ini diharapkan dapat direplikasi di seluruh wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional di tingkat daerah untuk mewujudkan Indonesia Bersinar, bersih tanpa narkoba.

Dengan demikian, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan Jakarta yang aman, bersih, sehat, dan tangguh dari ancaman penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Apakah Target Indonesia Emas tercapai tanpa memberantas narkotika?

Target Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai jika persoalan narkoba tidak ditangani secara serius.

Perkembangan narkotika saat ini semakin mengkhawatirkan, terutama dengan munculnya narkoba jenis baru alias New Psychoactive Substances (NPS) dalam berbagai bentuk seperti makanan, permen, minuman, hingga rokok elektrik.

Masalah narkoba tidak boleh dianggap kecil karena pekerjaan rumah kita besar. Jadi mari kita tingkatkan kolaborasi di semua bidang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.