Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sebabkan Banjir, Wali Kota Surabaya Instruksikan Bongkar Bangunan yang Berdiri di Saluran Air

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 12:02 WIB | Oleh:
Sebabkan Banjir, Wali Kota Surabaya Instruksikan Bongkar Bangunan yang Berdiri di Saluran Air Doc: Istimewa
Ket. Sejumlah titik rawan banjir di Surabaya tergenang saat hujan Rabu (5/11) sore, diantaranya di Jalan Jemursari, Jalan Sidosermo, Jalan Ahmad Yani, Jalan Tidar, Jalan Embong Malang, Jalan Pacuan Kuda, Jalan Tanjungsari.

SURABAYA - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik kawasan banjir dan genangan mulai sore hingga Rabu (5/11) malam. Dalam kesempatan ini, Wali Kota Eri memantau beberapa titik lokasi salah diantaranya di kawasan Jalan Jemursari, Jalan Sidosermo, Jalan Ahmad Yani, Jalan Tidar, Jalan Embong Malang, Jalan Pacuan Kuda, Jalan Tanjungsari, Kecamatan Sukomanunggal, wilayah Kecamatan Asemrowo dan sejumlah kawasan lainnya.

Saat di kawasan Jalan Tanjungsari, Wali Kota Eri Cahyadi turut didampingi oleh Camat Sukomanunggal, Dwi Anggara Widya Sukma serta Camat Asemrowo Khusnul Amin. Di lokasi ini, Wali Kota Eri menyoroti sejumlah bangunan rumah warga yang menghalangi saluran, sehingga aliran air tidak lancar. 

“Tolong dicek lagi ke BPN (Badan Pertanahan Nasional), nanti barang-barang (milik warga) jangan sampai ada di luar persil, harus di luar persil. Ini sudah puluhan tahun (menghalangi jalannya air) terus gimana mau bisa menyelesaikan banjir kalau masih ada seperti ini?,” kata Wali Kota Eri. 

Oleh sebab itu, Wali Kota Eri meminta Camat Dwi Anggara dan Camat Khusnul Amin untuk memberikan imbauan kepada warga, agar bangunan rumahnya tidak menutupi saluran. “Kalau salurannya ditutupi rumah, terus gimana ini. Makannya saya minta tolong Pak Camat dan LPMK, kumpulkan warganya, diingatkan rumahnya harus mundur sesuai dengan surat tanahnya,” tegasnya. 

Tidak hanya itu, ia juga meminta kepada pemangku wilayah tersebut untuk tidak membangun jembatan di kawasan ini. Sebab, bangunan jembatan itu membuat aliran air tidak lancar. “Jangan buat jembatan di sini, akhirnya air yang (mengalir) di sini ditutupi begini. Sudah dibongkar saja,” ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Syamsul Hariadi mengatakan, di kawasan Jalan Tanjungsari memang ada beberapa rumah warga yang posisinya terlalu menjorok ke jalan sehingga menyebabkan aliran air tidak lancar. “Karena salurannya kecil dan rumah-rumah banyak yang maju ke jalan. Terus aliran ke muara juga tidak lancar,” kata Syamsul. 

Syamsul menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui DSDABM berupaya melakukan pelebaran saluran menggunakan box culvert pada tahun depan. Setelah dibuatkan box culvert, air akan dialirkan menuju ke arah timur Jalan Asem Mulya kemudian diarahkan ke saluran Greges dan Bozem Morokrembangan. “Rencananya tahun depan akan kita lebarkan salurannya,” pungkasnya. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.