Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenekraf dan Komisi VII DPR Bahas Tantangan Pembajakan Film

📅 Kamis, 06 Nov 2025, 17:21 WIB | Oleh:
Kemenekraf dan Komisi VII DPR Bahas Tantangan Pembajakan Film Doc: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Ket. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (kiri) menyampaikan pandangan pada rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/11). Rapat tersebut membahas kebijakan distribusi film ke layar lebar (bioskop), jumlah layar saat ini belum merata di seluruh Indonesia.

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif bersama jajaran dan asosiasi di industri perfilman membahas soal tantangan pembajakan film yang semakin marak di Indonesia dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VII DPR RI.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan menerima masukan dari anggota Komisi VII DPR terkait pembentukan satgas untuk mengeliminasi pembajakan yang merugikan industri perfilman Indonesia.

“Satgas ini kan tentu kami mesti bicarakan, tapi intinya adalah pembajakan ini memang terutama yang merugikan pertumbuhan industri nasional ini harus kita berantas lah paling tidak begitu, walaupun tidak semudah itu. Nah, ini kami akan berkoordinasi dengan Lintas K/L termasuk dengan aparat hukum, bagaimana teknisnya,” kata Riefky saat ditemui usai rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/11).

Riefky menyebut pembajakan digital masih menjadi tantangan yang dialami di ekosistem perfilman Indonesia. Berdasarkan data dari Asosisasi Video Streaming Indonesia yang diteliti dengan perguruan tinggi Universitas Pelita Harapan mencatat kerugian streaming video on demand akibat pembajakan digital mencapai 25 triliun rupiah. Pembajakan dalam hal ini tidak lagi berbentuk CD namun melalui platform online dengan menyebar link tayangan film secara ilegal.

Riefky mengatakan Kementerian Ekraf terus bekerja sama dengan lintas kementerian seperti dengan Kementerian Komunikasi dan Digital agar pemangku kepentingan atau pelaku industri film yang menemukan filmnya diunggah di platofrm tidak resmi maka akan dilaporkan dan di take down.

“Tapi kaitannya, kita kan juga tidak ingin penyelesaiannya hanya temporary, tetapi sistem yang permanent. Nah ini yang kami akan bicara, tadi juga disampaikan oleh Komisi 7 untuk membuat panja (panitia kerja) untuk beberapa hal yang sangat diperlukan terkait dengan pertumbuhan industri film nasional,” kata Riefky.

Ia menyebut akan berkoordinasi dengan Badan Perfilman Indonesia dan asosiasi industri film terkait mekanisme peraturan yang diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih cepat agar pembajakan di platform digital bisa segera dituntaskan.

Berdasarkan RPJMN 2025-2029 terdapat tujuh subsektor prioritas dari 17 subsektor yang dipilih berdasarkan kontribusi ekonomi yang tinggi, potensi penciptaan lapangan kerja, dan daya saing di pasar global, termasuk di dalamnya adalah subsektor film, animasi, dan video.

Dalam rapat dengar pendapat ini Riefky juga menyampaikan tantangan yang dihadapi pelaku industri perfilman Indonesia diantaranya keterbatasan jumlah layar di Indonesia, kualitas film komersial yang saat ini menjadi kendala produser untuk dapat tayang dalam layar bioskop dan pembajakan film yang semakin marak dan merugikan industri perfilman. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
855 Orang Ditangkap Kerusuh...
Megapolitan
Peluang Warga Tangerang Men...
Olahraga
Ningbo Open Jadi Panggung K...

Barcelona dan PSG Unjuk Ketajaman

1.5 jam yang lalu | Sujar

Olahraga
Barcelona dan PSG Unjuk Ket...

Perilaku Berintegritas Ciptakan Tata Kelola Sekolah Bersih

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Perilaku Berintegritas Cipt...
Olahraga
Bayern Menggila, Arsenal da...
Olahraga
Herdman Incar 10 Diaspora P...
Megapolitan
Keberagaman Budaya Identita...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.