Kulon Progo Catat Indeks Literasi Tertinggi di DIY, Bukti Keseriusan Bangun Budaya Membaca
📅 Rabu, 05 Nov 2025, 17:30 WIB | Oleh: Eko S
Doc: Dok. Pemkab Kulon Progo
KULON PROGO - Kabupaten Kulon Progo menegaskan diri sebagai daerah dengan tingkat literasi terbaik di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Berdasarkan data Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kulon Progo mencapai 96 poin, tertinggi di DIY dan melampaui rata-rata nasional. Adapun Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) berada pada angka 74, juga di atas capaian nasional.
Capaian tersebut menunjukkan keseriusan Kulon Progo dalam membangun masyarakat berbasis pengetahuan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan Expo Literasi Menoreh 2025 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kulon Progo. Acara berlangsung selama lima hari, mulai Selasa (4/11/2025) hingga Sabtu (8/11/2025), di kantor DPK Kulon Progo.
Kegiatan yang diisi dengan pameran dan bedah buku, pentas seni tari, bimbingan baca nyaring, serta pelatihan video kreatif ini menjadi ajang untuk memperkuat budaya literasi di masyarakat.
Bupati Kulon Progo, Dr. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., menilai capaian tinggi dalam indeks literasi harus menjadi dorongan untuk terus menumbuhkan semangat membaca di segala lapisan masyarakat. “Kita sering lupa bahwa buku adalah gudang ilmu. Kalau kita berhenti membaca, kita akan tertinggal. Mari ajak anak-anak kita mencintai buku dan menulis sejarah Kulon Progo agar tidak hilang ditelan waktu,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.
Agung juga meminta DPK untuk berinovasi dalam pengelolaan arsip digital agar pengetahuan dan warisan literasi dapat tersimpan dengan baik. “Kearsipan yang baik akan menjaga pengetahuan dan sejarah agar tetap hidup untuk generasi mendatang,” tambahnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala DPK Kulon Progo, Drs. Duana Heru Supriyanta, M.M., menjelaskan bahwa Expo Literasi Menoreh menjadi langkah konkret dalam memperluas gerakan membaca. “Kegiatan ini kami selenggarakan selama lima hari sebagai wadah bagi masyarakat untuk berkreasi dan mengapresiasi karya sastra lokal. Expo ini juga melibatkan komunitas, sekolah, dan pegiat literasi,” tuturnya.
Apresiasi juga datang dari Perpustakaan Nasional RI. Perwakilan Perpusnas, Nurhadi Saputra, S.Sos., M.Si., menyebut bahwa tema Expo Literasi Menoreh menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi, sejalan dengan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang nonfisik bagi daerah berakreditasi baik.
“Literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi tentang membangun kesejahteraan dan kualitas hidup. Literasi adalah fondasi bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik,” ungkap Nurhadi. Ia menambahkan, pemerintah pusat akan terus memantau perkembangan literasi daerah melalui indikator IPLM dan TGM sebagai dasar penguatan kebijakan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Expo Literasi Menoreh 2025 ditutup dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang lomba perpustakaan kalurahan. Juara pertama diraih Kalurahan Hargorejo, disusul Kalurahan Sidoharjo di posisi kedua, dan Kalurahan Sukoreno di posisi ketiga.
Dengan capaian literasi tertinggi di DIY, Kulon Progo membuktikan bahwa investasi pada pengetahuan dan budaya membaca bukan hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga memperkuat pondasi kemajuan daerah secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!