Langkah Pemprov Antisipasi Jakarta Tenggelam: Dari Pengerukan Sungai sampai Operasi Modifikasi Cuaca
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 17:20 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pexels
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta mengambil langkah cepat menghadapi musim hujan yang diprediksi berlangsung lebih intens pada November 2025 hingga Februari 2026. Pemerintah menegaskan kesiapsiagaan harus dilakukan sejak awal untuk meminimalisasi dampak bencana hidrometeorologi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan komitmen ini dalam apel kesiapsiagaan "Jaga Jakarta" di Ruang Limpah Sungai Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ia menegaskan pentingnya antisipasi agar tidak ada lagi keterlambatan penanganan ketika hujan ekstrem mulai mengguyur ibu kota.
"Berdasarkan prediksi BMKG, diperkirakan pada bulan November ini sampai dengan Februari tahun depan curah hujannya akan mengalami kenaikan dan untuk itu kami akan bersiap-siap sejak awal supaya tidak terjadi lagi penanganan yang terlambat."
Pemprov DKI mengandalkan pengerukan 1.803 titik sungai dan waduk dengan volume lebih dari 721 ribu meter kubik agar aliran air lebih lancar. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung air sehingga mengurangi risiko genangan pada wilayah rawan banjir.
Di lapangan, pemerintah menyiapkan total 560 pompa stasioner yang tersebar di 191 lokasi prioritas. Selain itu, 627 pompa mobile akan dikerahkan di lima wilayah administrasi untuk memastikan penanganan genangan lebih cepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Persiapan teknis juga diperkuat dengan dukungan alat berat yang mencakup 258 ekskavator dan 449 dump truck. Seluruh peralatan ini disiapkan agar respons lapangan dapat dilakukan secara maksimal ketika curah hujan tinggi terjadi.
Jakarta yang dialiri 13 sungai tetap memiliki kerawanan tinggi terhadap limpasan air dari Bogor dan Depok. Karena itu, Pemprov DKI menegaskan seluruh pintu air harus dapat beroperasi optimal setiap saat untuk mengendalikan aliran air dari hulu.
Khusus wilayah utara, potensi banjir rob juga menjadi perhatian serius karena pasang air laut yang bisa bertepatan dengan fase bulan purnama. Pemerintah menyiagakan tujuh rumah pompa serta melakukan penguatan pintu air untuk mencegah air laut masuk ke pemukiman.
Sebaiknya Anda baca juga:
Secara bertahap, Pemprov menerapkan nature-based solution melalui penataan waduk, situ, embung, dan ruang hijau. Upaya ini turut dilengkapi penopingan pohon rawan tumbang agar keselamatan warga tetap terjaga saat angin kencang terjadi.
"Menyiapkan Pasukan Pelangi yang terdiri dari unsur lintas dinas untuk pemantauan dan penanganan cepat di lapangan dan melakukan sosialisasi dan edukasi cuaca ekstrem agar masyarakat selalu memperbarui informasi prakiraan cuaca."
Gubernur Pramono meminta seluruh petugas menjaga koordinasi agar wilayah rawan dapat diawasi lebih ketat. Ia menegaskan komunikasi instan antara petugas dan masyarakat penting dilakukan untuk mempercepat penyampaian peringatan dini.
"Kepada seluruh jajaran wilayah dan satgas lapangan, tingkatkan komunikasi, pemantauan, dan kecepatan informasi kepada warga di sekitar masing-masing."
Selain penguatan peralatan dan personel, Pemprov DKI bersama pemerintah pusat menyiapkan operasi modifikasi cuaca. Program ini digelar pada 5-10 November 2025 untuk mengendalikan intensitas hujan pada kawasan rentan genangan.
Apel kesiapsiagaan dimulai di wilayah Jakarta Selatan yang beberapa waktu terakhir paling terdampak hujan deras. Setelah itu, apel serupa akan dilakukan di seluruh kota administrasi melibatkan TNI, Polri, relawan, dan masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!