BPS NTB: Tingkat Hunian Hotel Turun pada September 2025 Setelah Musim Liburan Berakhir
📅 Selasa, 04 Nov 2025, 12:23 WIB | Oleh: Tim PenulisMenurutnya, meski Nusa Tenggara Barat mengekspor emas ke luar negeri bukan berarti harga emas bisa menjadi murah.
"Harga emas saat saya awal masuk BPS tahun 1991 masih di bawah Rp100 ribu per gram dan sekarang ini di angka Rp2,5 juta. Kelihatannya kenaikan harga emas tidak berhenti sampai di situ, karena bila kita melihat indikator global, harga emas semakin naik," ucap Wahyudin.
Lebih lanjut ia menyampaikan cabai merah menduduki posisi kedua penyumbang inflasi terbesar lantaran ketersediaan komoditas cabai merah di pasaran berkurang.
Kondisi cuaca yang telah memasuki musim hujan mempengaruhi stok, sehingga produksi komoditas cabai merah mengalami penurunan dan pasokan komoditas cabai merah dari luar daerah berkurang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain emas dan cabai merah, komoditas lain yang ikut menyumbang inflasi adalah ikan layang/ikan bonggol sebesar 0,03 persen, ikan bandeng 0,02 persen, dan udang basah juga 0,02 persen.
Adapun komoditas yang mengalami deflasi berupa angkutan udara 0,04 persen, pisang 0,04 persen, daging ayam ras 0,03 persen, tomat 0,03 persen, dan kol putih/kubis sebesar 0,01 persen.
"Laju inflasi tertahan oleh turunnya tarif angkutan udara. Selain itu harga komoditas seperti komoditas daging ayam ras dan pisang mengalami penurunan harga akibat terjadi penurunan permintaan pasca perayaan Maulid Nabi," pungkas Wahyudin.
Pada Oktober 2025, BPS mencatat laju inflasi tahun kalender di Nusa Tenggara Barat sebesar 1,92 persen dan inflasi tahunan mencapai angka 2,96 persen.
BPS mengingatkan pemerintah daerah untuk selalu memperhatikan pergerakan inflasi agar tetap berada dalam kendali minimal 1,5 persen dan maksimal 3,5 persen.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!