Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPKP Ingatkan: Auditor Tak Bisa Gagap Teknologi di Tengah Laju Digitalisasi!

📅 Minggu, 02 Nov 2025, 23:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPKP Ingatkan: Auditor Tak Bisa Gagap Teknologi di Tengah Laju Digitalisasi! Doc: ANTARA/HO-BPKP
Ket. BPKP mengadakan webinar Digital Forensics in Internal Audit: From Data to Evidence di Jakarta, Jumat (31/10/2025).

JAKARTA – Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Agustina Arumsari mengatakan perkembangan ekosistem digital governance dan transformasi digital menuntut auditor internal untuk cepat beradaptasi.

"Pasalnya, hal tersebut akan berdampak terhadap pengawasan yang lebih canggih dengan berbasis bukti digital," katanya saat webinar "Digital Forensics in Internal Audit: From Data to Evidence", sebagaimana dikutip dari keterangan resmi BPKP di Jakarta, Minggu (2/11).

Lebih lanjut, peluang tersebut hanya akan terwujud dan tereksekusi dengan baik apabila semua pihak berkomitmen mengasah dan memutakhirkan kompetensi yang relevan.

Dengan begitu, lanjutnya, maka akan dihasilkan data akurat, analisis cermat, dan bukti tepat melalui pengawasan intern yang bermanfaat.

Direktur Forensik Digital dan Analitika Data Deputi Bidang Investigasi BPKP Totok Prihantoro menerangkan bahwa transformasi digital pengawasan di BPKP diwujudkan melalui inisiatif seperti big data dan automasi proses audit yang menjadikan audit lebih proaktif, efisien, dan berbasis insight.

"Melalui continuous auditing and continuous monitoring (CACM), pengawasan tidak lagi bersifat periodik, tetapi dilakukan hampir real-time dengan memanfaatkan data transaksi, log system, sensor. Meskipun demikian, kontrol terhadap automasi dan validasi algoritma tetap harus dijaga agar hasil pengawasan akurat dan dapat dipercaya," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Guru Besar Akuntansi Forensik Sektor Publik Universitas Negeri Surabaya Dian Anita Nuswantara menyoroti adanya kesenjangan dalam audit tradisional yang belum mampu mendeteksi penipuan modern yang kompleks.

Dia merekomendasikan penguatan bidang akuntansi forensik melalui investasi pendidikan khusus, sertifikasi profesional, integrasi teknologi mutakhir, serta pengakuan regulasi formal guna memperkuat integritas ekonomi nasional.

President of Association of Certified Fraud Examiners (ACFE) Chapter Indonesia Hery Subowo menekankan urgensi penguatan internal audit sebagai langkah kunci dalam pencegahan dan pendeteksian fraud.

Dirinya turut mengungkap fenomena baru di dunia kejahatan siber yang kini berkembang menyerupai industri profesional.

Selain itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawasan BPKP Raden Murwantara mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi dan peningkatan kapasitas pengawasan intern berbasis digital.

"Penerapan forensik digital bukan hanya mendukung pencegahan dan deteksi fraud, tetapi juga memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan negara," ungkap Raden.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.