Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Sembarangan Gunakan BBM dengan RON Tinggi, Pakar Otomotif Ingatkan untuk Gunakan BBM sesuai Spesifikasi Mesin

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 17:01 WIB | Oleh:
Jangan Sembarangan Gunakan BBM dengan RON Tinggi, Pakar Otomotif Ingatkan untuk Gunakan BBM sesuai Spesifikasi Mesin Doc: antara foto
Ket. Ilustrasi sebuah mobil tengah mengisi BBM.

JAKARTA - Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu menegaskan pentingnya memilih bahan bakar minyak (BBM) sesuai spesifikasi teknis mesin kendaraan.

Ia mengingatkan penggunaan BBM dengan angka oktan (RON) yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin dapat menurunkan performa kendaraan hingga merusak komponen mesin.

“Setiap mesin memiliki karakteristik teknis tersendiri, terutama rasio kompresi, yang menentukan kebutuhan BBM-nya,” ujar Yannes saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (31/10).

Mesin modern dengan kompresi tinggi secara teknis membutuhkan BBM beroktan tinggi agar tahan terhadap pembakaran dini akibat tekanan kuat," tambahnya.

Ia menjelaskan, penggunaan BBM dengan oktan di bawah rekomendasi pabrikan dapat menimbulkan gejala knocking atau “ngelitik”, yakni pembakaran bahan bakar yang terjadi terlalu cepat akibat tekanan di ruang silinder.

Kondisi ini membuat piston menerima hentakan pada waktu yang salah sehingga menyebabkan getaran, tenaga mesin berkurang, dan berpotensi merusak komponen internal seperti piston.

“Kalau terus dipaksakan, pukulan konstan akibat ledakan prematur ini bisa membuat piston retak bahkan bolong,” jelasnya.

Sementara itu, penggunaan BBM beroktan terlalu tinggi untuk mesin berkompresi rendah juga tidak disarankan.

Menurut Yannes, BBM beroktan tinggi dirancang lebih sulit terbakar, sehingga pada mesin lama pembakaran justru tidak tuntas.

“Akibatnya boros, tenaga berkurang, dan bisa meninggalkan kerak karbon di ruang bakar,” katanya.

Ia menegaskan, penggunaan BBM yang tidak sesuai spesifikasi bukan hanya merugikan secara performa, tetapi juga ekonomi.

Yannes mengingatkan, kesesuaian BBM dengan karakteristik mesin adalah kunci utama untuk mencapai pembakaran sempurna, tenaga optimal, efisiensi bahan bakar, dan menjaga keawetan mesin kendaraan.

“Memakai bensin beroktan tinggi pada mesin yang tidak membutuhkannya hanya membuat kita membayar lebih mahal tanpa keuntungan apa pun,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Wali Kota Bandung Bidik Juara Umum Porprov Jabar

56 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Bidik Jua...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

Hasil Liga Champions: Arsenal Imbangi Tuan Rumah Bayern Muenchen 2-2

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.