Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PKB Dorong Revisi 108 UU, Cak Imin Sebut Kunci Wujudkan Kedaulatan Ekonomi

📅 Jumat, 24 Jul 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
PKB Dorong Revisi 108 UU, Cak Imin Sebut Kunci Wujudkan Kedaulatan Ekonomi Doc: Antara
Ket. Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Muhaimin Iskandar bersama jajaran berbicara kepada awak media setelah menghadiri acara Hari Lahir Ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7).

Jakarta – Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengusulkan revisi sekitar 108 undang-undang sebagai langkah mewujudkan kedaulatan ekonomi yang sejalan dengan agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Usulan tersebut disampaikan di tengah ambisi pemerintah membenahi tata kelola ekonomi nasional dan menekan kebocoran anggaran. Namun, rencana merevisi ratusan regulasi sekaligus diperkirakan menjadi pekerjaan besar karena menyangkut berbagai sektor strategis, mulai dari agraria, kehutanan, pertambangan hingga keuangan negara.

"Ada 108 undang-undang yang kemudian akan kami ajak Pak Prabowo dan partai-partai untuk mengubahnya agar yang disebut dengan kedaulatan ekonomi itu terwujud," kata Cak Imin usai menghadiri peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7) malam.

Menurut dia, perubahan regulasi menjadi syarat penting untuk menjalankan arah baru kebijakan ekonomi yang diusung Presiden Prabowo atau yang disebut PKB sebagai "Prabowonomics".

"Perubahan undang-undang dan berbagai regulasinya adalah langkah berikutnya dari komitmen Bapak Presiden dan komitmen PKB agar negeri yang kaya ini benar-benar dinikmati oleh rakyatnya sendiri," ujarnya.

Cak Imin menyebut sejumlah regulasi yang masuk dalam daftar revisi antara lain Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, hingga Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.

"Semua harus diubah. Kami mengajak semua pihak berpikir agar regulasi menyesuaikan dengan kekuatan yang sedang kita bangun untuk berdiri di atas kaki sendiri," katanya.

Usulan revisi dalam jumlah besar itu muncul setelah Presiden Prabowo kembali menyoroti rendahnya efisiensi ekonomi nasional yang dinilai menyebabkan kebocoran kekayaan negara.

Kekayaan Bocor

Dalam pidatonya pada acara yang sama, Prabowo mengutip indikator Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebagai ukuran efisiensi investasi Indonesia.

"Apa arti tidak efisien? Artinya banyak kekayaan bocor. Mereka yang memberi nilai itu. Mereka menghitung ekonomi kita, ICOR kita 6,5," kata Prabowo.

Presiden menjelaskan, berdasarkan nilai ICOR tersebut, Indonesia membutuhkan investasi sekitar 6,24 dolar AS untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi sebesar 1 dolar AS. Menurutnya, angka itu masih lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara tetangga sehingga menunjukkan masih adanya inefisiensi dalam perekonomian nasional.

Prabowo bahkan memperkirakan sekitar 30 persen potensi kekayaan negara masih hilang akibat kebocoran.

"Anggaran negara sekitar 270 miliar dolar AS atau kurang lebih Rp3.700 triliun. Kalau 30 persen bocor, artinya lebih dari Rp1.000 triliun bocor. Ini sedang saya hentikan. Saya mau tutup ini," tegasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Timothy Ivan Triyono Mundur dari Bakom RI

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Timothy Ivan Triyono Mundur...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.