Prabowo Ucapkan Terima Kasih ke Rusia atas Dukungan Keanggotaan Indonesia di BRICS
📅 Sabtu, 21 Jun 2025, 01:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
St. Petersburg, Rusia - Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Rusia atas dukungannya terhadap keanggotaan Indonesia dalam BRICS.
"Kami berterima kasih kepada Pemerintah Rusia yang telah mendukung keanggotaan Indonesia dalam BRICS dengan sangat cepat," ujar Prabowo saat berpidato dalam sesi panel SPIEF 2025 di ExpoForum, St. Petersburg, Rusia, Jumat (20/6).
Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia terus berperan aktif dalam hubungan internasional. Selain BRICS, Indonesia juga telah diterima sebagai anggota New Development Bank (NDB) dalam waktu yang relatif singkat.
Presiden pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah China dan Pemerintah Afrika Selatan atas dukungan terhadap Indonesia sebagai anggota BRICS, serta kepada mantan Presiden Brasil sekaligus Presiden NDB Dilma Vana Rousseff atas dukungannya kepada Indonesia menjadi anggota NDB.
"Kami meyakini bahwa bersama-sama, BRICS dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap stabilitas dan kemakmuran dunia," ujar Prabowo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Indonesia secara resmi bergabung dengan BRICS, sebuah organisasi yang terdiri atas Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan pada 6 Januari 2025. Indonesia menjadi anggota ke-10 dalam BRICS, yang juga mencakup Mesir, Ethiopia, Iran, dan Uni Emirat Arab.
Adapun Indonesia resmi mengumumkan bergabung dengan NDB pada 25 Maret 2025. NDB merupakan bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh negara-negara BRICS untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur dan pembangunan berkelanjutan di negara-negara berkembang.
NDB berfokus pada pembangunan infrastruktur, kemudian pada pembangunan untuk melawan kemiskinan dengan program-program yang mendukung industrialisasi sehingga akan menambah penciptaan lapangan pekerjaan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Presiden Prabowo menghadiri Saint Petersburg International Economic Forum 2025 di St. Petersburg, Jumat, untuk memenuhi undangan khusus dari Presiden Putin.
Dalam forum ekonomi itu, yang kerap disebut sebagai davos-nya Rusia, Presiden Prabowo menjadi salah satu pembicara utama, yang berpidato dalam sesi panel yang sama dengan Presiden Putin, Pangeran Nasser bin Hamad Al-Khalifa dari Bahrain, Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang, dan Wakil Presiden Afrika Selatan Paul Mashatile.
Sesi panel di SPIEF 2025 merupakan agenda terakhir Presiden Prabowo dalam lawatan luar negerinya di St. Petersburg, Rusia, pada tanggal 18—20 Juni 2025.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!