Luar Biasa! Menko Pangan Tegaskan Indonesia Tak Impor Beras pada Tahun Ini
📅 Selasa, 28 Okt 2025, 16:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ Harianto
JAKARTA – Tidak mengimpor beras sangat penting bagi suatu negara, terutama Indonesia, karena berkaitan erat dengan kedaulatan pangan, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan petani. Ketergantungan pada beras impor dapat menimbulkan berbagai risiko dan kerugian dalam jangka panjang.
Jika suatu negara bergantung pada impor, ketersediaan pangan di dalam negeri akan sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar internasional, seperti fluktuasi harga atau kebijakan ekspor-impor negara lain. Jika negara pengekspor tiba-tiba menghentikan pasokan, negara pengimpor bisa mengalami krisis pangan.
Kedaulatan pangan juga bermakna kemampuan untuk mengendalikan kebijakan dan mekanisme produksi pangan sesuai dengan nilai dan budaya lokal. Hal ini berbeda dari kebijakan pangan korporat yang berorientasi pasar.
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengungkapkan Indonesia tidak mengimpor beras pada tahun ini karena dalam kondisi surplus beras.
"Pada 2024 kita impornya beras 4,5 juta ton, pada 2025 nol, tidak ada kita impor-impor, tapi di gudang kita ada surplus beras sebesar 4 juta ton," ujar Zulkifli Hasan atau disapa Zulhas dalam acara Sarasehan 100 Ekonom di Jakarta, Selasa (28/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, deregulasi peraturan menjadi kunci dalam menyukseskan Indonesia mencapai surplus beras pada tahun ini.
"Kita pelajari kenapa seperti ini, itu nomor satu regulasi, oleh karena itu kita minta kepada Presiden RI untuk deregulasi," katanya.
Contohnya adalah penyederhanaan aturan distribusi pupuk kepada petani sehingga petani bisa lebih cepat dan mudah mendapatkan pupuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, pemangkasan aturan terkait irigasi untuk persawahan sehingga pembangunan dan rehabilitasi irigasi saat ini bisa ditangani oleh pemerintah pusat.
Pemerintah juga menetapkan aturan terkait harga pembelian gabah kering panen petani sebesar Rp6.500/kg dalam rangka mendukung kesejahteraan petani.
Sebagai informasi, Menteri Pertanian (Mentan) yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia akan segera mencapai swasembada beras dalam waktu dua bulan ke depan.
Capaian itu, menurut Amran, sebagai hasil dari lonjakan produksi beras nasional yang signifikan selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam Proyeksi Neraca Pangan Nasional yang disusun oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama kementerian dan lembaga terkait, sejumlah komoditas pangan seperti beras dan jagung menunjukkan tingkat ketercukupan yang baik.
Produksi beras diproyeksikan mencapai 34,34 juta ton, sementara kebutuhan konsumsi berada di angka 30,97 juta ton. Sedangkan jagung memiliki kebutuhan tahunan sebesar 15,7 juta ton, dengan produksi mencapai 16,68 juta ton.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!