Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ilmuwan Harvard Yakini 3I-ATLAS Bisa Jadi Teknologi Alien, Ini 7 Alasannya

📅 Selasa, 28 Okt 2025, 20:15 WIB | Oleh:

Analisis lintasan Oumuamua menunjukkan kecepatan dan sudut masuk yang terlalu akurat untuk disebut kebetulan. Loeb menilai bahwa pergerakan tersebut tampak seperti hasil navigasi atau kendali cerdas.

Ia menambahkan bahwa perhitungan matematis tidak mendukung teori kebetulan semata. Lintasan yang terarah menimbulkan dugaan bahwa objek ini mungkin memiliki sistem pengendalian.

5. Asal-Usul Alamiah Tidak Logis

Loeb menyoroti bahwa kemungkinan Oumuamua berasal secara alami dari luar tata surya terlalu kecil. Energi dan arah pergerakannya tidak sesuai dengan pola yang biasa terjadi pada benda kosmik.

“Jika kita mengikuti probabilitas, skenario buatan lebih masuk akal dibanding kebetulan alam semesta,” ujarnya. Menurutnya, ilmu pengetahuan harus mengikuti data, bukan kenyamanan asumsi.

6. Sinyal Elektromagnetik Misterius

Pada tahun 2017, sempat terdeteksi sinyal elektromagnetik lemah dari arah Oumuamua. Meski belum dapat dikonfirmasi, sinyal ini menimbulkan pertanyaan besar tentang kemungkinan adanya teknologi komunikasi canggih.

Loeb menilai fenomena ini patut diselidiki lebih lanjut dengan pendekatan ilmiah terbuka. Ia menegaskan bahwa mengabaikan sinyal tersebut bisa berarti melewatkan kesempatan memahami sesuatu yang luar biasa.

7. Sikap Ilmiah yang Terlalu Tertutup

Menurut Loeb, umat manusia terlalu cepat menolak hipotesis tentang kehidupan cerdas di luar Bumi. Padahal, pendekatan ilmiah sejati seharusnya terbuka terhadap semua kemungkinan ketika data menunjukkan kejanggalan.

“Saya tidak mengatakan bahwa Oumuamua pasti adalah pesawat luar angkasa,” tegas Loeb. “Namun jika kita menutup kemungkinan itu tanpa bukti lengkap, maka kita justru menghambat kemajuan ilmu pengetahuan.”

Klaim Loeb ini memicu reaksi beragam di kalangan ilmuwan dunia. Sebagian menilai teorinya terlalu spekulatif, sementara yang lain memuji keberaniannya menantang pandangan konvensional.

NASA dan berbagai lembaga penelitian kini tertarik mempelajari lebih banyak objek antarbintang. Beberapa misi masa depan bahkan dirancang untuk mengirim wahana pengamat jarak dekat jika objek serupa ditemukan kembali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
PDIP Jatim Bidik Kursi Gube...
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.