Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

SPPG Harus Utamakan Kualitas Makanan Program MBG

24 Senin, 27 Okt 2025, 22:15 WIB | Oleh:
SPPG Harus Utamakan Kualitas Makanan Program MBG SPPG Harus Utamakan Kualitas Makanan Program MBG Doc: Antara
Ket. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meninjau salah satu SPPG di Kecamatan Giri, Banyuwangi, jawa Timur. Senin (27/10/2025).

Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG mengutamakan kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis agar kasus keracunan diduga akibat konsumsi MBG tidak terulang.

Dalam sepekan terakhir tercatat dua kali terjadi kasus keracunan makanan, dua sekolah di Banyuwangi mendapat suplai MBG dari SPPG yang berbeda, saat ini satu SPPG telah ditutup sementara sedangkan satu SPPG lainnya sedang dalam proses pemeriksaan.

"Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua agar teman-teman pengelola SPPG tidak mengulangi kesalahan yang sama, mungkin memang tidak disengaja, tapi kalau proses dan SOP-nya dijalankan dengan benar, bisa dihindari," kata Ipuk dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin.

Standar operasional prosedur (SOP) di setiap SPPG, lanjutnya, harus diterapkan secara baik dan maksimal dan seluruh makanan pada menu MBG yang disajikan harus berkualitas dan higienis.

"Dengan demikian bisa dinikmati anak-anak, dengan menu yang bervariasi. Mudah-mudahan program ini bisa terus berjalan dengan baik," tutur Bupati Ipuk.

Ia menyampaikan, pemerintah daerah setempat juga mendorong agar semua SPPG di Banyuwangi memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Kementerian Kesehatan dalam keputusannya yang terbaru mewajibkan dapur umum MBG memiliki SLHS yang diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat.

Selain itu, Bupati Ipuk juga meminta agar sanitasi di SPPG dikelola dengan baik dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkoordinasi dengan pengelola dapur MBG terkait pengelolaan limbah.

Program MBG ini, kata Ipuk, merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung pemenuhan gizi para anak dan siswa.

"Semoga program MBG di Banyuwangi bisa berjalan lancar dan membawa manfaat, anak-anak bisa menikmati menu-menu yang diberikan tanpa ada lagi isu terkait makanan sisa, makanan yang dibuang atau bahkan kasus keracunan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan dua kasus keracunan yang terjadi telah ditindak lanjuti.

Menurutnya, SPPG yang menyuplai MBG di dua sekolah yang keracunan telah dihentikan sementara oleh kordinator wilayah BGN hingga seluruh prosedur dan fasilitas dipenuhi sesuai hasil investigasi.

"Dari 38 SPPG yang telah beroperasi, 12 SPPG sudah menjalani proses sertifikasi SLHS dan siap diterbitkan sertifikatnya. Sisanya masih dalam tahap persiapan atau perbaikan sarana prasarana," kata Amir.

Untuk mendapat SLHS, ada tiga komponen yang harus dijalani SPPG. Pertama para penjamah pangan harus mengikuti pelatihan keamanan pangan dan lulus uji kompetensi.

Kedua, SPPG telah dinyatakan layak saat inspeksi sanitasi dan kesehatan lingkungan, yang dicek dalam inspeksi di antaranya kualitas air bersih, pengelolaan sampah dan limbah, sirkulasi udara dan kebersihan peralatan masak.

Ketiga, uji sampel dan pemeriksaan kesehatan, dan pengujian dilakukan pada sampel makanan, alat dan penjamah makanan untuk memastikan tidak adanya kontaminasi dalam proses memasak menu MBG.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Homepage
Megapolitan
Jalan Muchtar Tabrani Bekas...
Megapolitan
Pemkot Bekasi Atasi Genanga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.