Objek Separuh Asteroid Separuh Komet
📅 Senin, 27 Okt 2025, 07:25 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: Observatório Nacional/MCTI/Chrystian Pereira
CHIRON merupakan objek luar angkasa yang unik, karena bukan sepenuhnya planet, bukan asteroid biasa, dan juga bukan komet “klasik.” Ditemukan pada tahun 1977 oleh Charles Kowal, benda ini merupakan anggota pertama yang diidentifikasi dari kelas objek baru yang sekarang dikenal sebagai centaur.
Benda yang mengorbit di antara sabuk asteroid dan sabuk Kuiper tersebut merupakan benda kecil Tata Surya dengan perihelion atau sumbu semi-mayor di antara planet-planet luar (antara Jupiter dan Neptunus).
“Anda mungkin pernah melihat frasa menarik yang muncul di linimasa media sosial Anda akhir-akhir ini: ‘Chiron sedang mengalami retrograde,’ kata Laura Nicole Driessen, seorang peneliti Pascadoktoral Astronomi Radio, Universitas Sydney dalam tulisannya di The Conversation.
“Jadi, apa itu Chiron, dan apa artinya mengalami retrograde? Jawaban singkatnya adalah Chiron adalah asteroid sekaligus komet yang mengorbit di suatu tempat melewati Jupiter dan Saturnus. Dan hingga Januari 2026, ia akan terlihat seperti bergerak mundur di langit. Jika Anda bisa menemukannya,” katanya.
Nama resmi Chiron adalah (2060) Chiron. Pertama-tama: diucapkan “kai-ruhn,” dengan bunyi K yang keras. Chiron ditemukan oleh astronom Charles Kowal pada tahun 1977.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ini terjadi jauh setelah sistem astrologi Barat berkembang, yang mungkin menjelaskan mengapa orang-orang yang memeriksa horoskop harian mereka juga tidak menyadari keberadaannya.
Laura mengatakan, awalnya, Chiron diklasifikasikan sebagai asteroid, atau batu di luar angkasa. Pada tahun 1989, para astronom menemukan bahwa Chiron terkadang memiliki ekor atau “koma,” yang memberi bahwa ia sebenarnya adalah komet atau “bola salju kotor.” Sejak saat itu, Chiron telah diklasifikasikan sebagai asteroid dan komet.
Pada tahun 2023, lebih dari 45 tahun setelah pertama kali ditemukan, para astronom mengonfirmasi bahwa Chiron memiliki cincin. Ini menjadikannya non-planet keempat di Tata Surya yang memiliki cincin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Planet Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus memiliki cincin, begitu pula asteroid Chariklo dan planet katai Haumea dan Quaoar.
Chiron mengorbit Matahari dalam orbit berbentuk oval. Jarak terdekatnya dengan Matahari adalah sekitar 1,3 miliar kilometer (sekitar delapan kali jarak antara Bumi dan Matahari) dan jarak terjauhnya dari Matahari adalah 2,7 miliar km (sekitar 19 kali jarak antara Bumi dan Matahari).
“Ini menempatkannya di antara orbit Jupiter dan Uranus, memotong orbit Saturnus,” kata Laura.
Ia menerangkan, Chiron adalah anggota Centaur. Ini adalah sekelompok benda kecil Tata Surya yang mengorbit Matahari di antara Jupiter dan Neptunus.
Orbit mereka sangat tidak stabil: mereka berubah seiring waktu karena interaksi gravitasi dengan planet-planet raksasa.
Dalam mitologi Yunani, centaur adalah makhluk dengan tubuh bagian bawah dan kaki kuda serta badan dan lengan manusia. Chiron adalah centaur tertua, putra Titan Kronos, dan dianggap sebagai centaur paling bijaksana. hay
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!