Museum Louvre Dibuka Lagi Tiga Hari Setelah Dibobol Maling
📅 Sabtu, 25 Okt 2025, 10:50 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: BBC
Museum Louvre di Paris telah dibuka kembali tiga hari setelah perhiasan senilai 88 juta euro ($102 juta) dicuri dalam aksi perampokan di siang bolong.
BBC mengatakan, pengunjung dipersilakan kembali mengunjuni Museum Louvre mulai pukul 09.00 waktu setempat pada hari Rabu (22/10), namun pihak museum mengatakan Galeri Apollo - tempat pencurian terjadi - tetap ditutup.
Pencuri yang membawa perkakas listrik hanya membutuhkan waktu kurang dari delapan menit untuk membobol museum paling banyak dikunjungi di dunia dan membawa lari barang jarahan dengan skuter pada Minggu (19/10) pagi. Para perampok masih belum tertangkap.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak para menteri untuk mempercepat penerapan langkah-langkah keamanan di Louvre saat dibuka kembali, kata seorang juru bicara pemerintah.
"Kami gagal melindungi permata ini", kata direktur museum Laurence des Cars kepada komite budaya Senat Prancis pada Rabu sore.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menyoroti "masalah struktural nyata" Louvre, dan mengatakan ingin menutup beberapa bagian museum untuk renovasi agar lebih aman.
Museum "bukanlah dan tidak akan pernah menjadi benteng - museum pada hakikatnya terbuka," katanya.
Ini adalah pertama kalinya sang direktur berbicara secara terbuka tentang perampokan tersebut, yang disebut Macron sebagai serangan terhadap warisan negara.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan awal menemukan bahwa satu dari tiga ruangan di Museum Louvre tidak memiliki CCTV dan sistem alarm tidak berbunyi. Akibatnya, langkah-langkah keamanan telah diperketat di berbagai lembaga budaya di Prancis.
Senator Nathalie Goulet sebelumnya mengatakan kepada BBC bahwa alarm galeri baru-baru ini rusak dan penyelidikan polisi mungkin akan mengungkap apakah alarm tersebut telah dinonaktifkan.
Kementerian Kebudayaan mengatakan alarm di seluruh museum memang berbunyi, dan staf mengikuti protokol dengan menghubungi pasukan keamanan dan melindungi pengunjung.
Museum tersebut ditutup setelah kejadian perampokan, dan memberi tahu pengunjung bahwa tiket mereka akan dikembalikan.
Salah seorangnya, Benjamin Carbajal dari Peru, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa sangat disayangkan tiketnya dibatalkan, tetapi ia memahami "apa yang terjadi adalah serius dan museum juga telah mengambil tindakan yang diperlukan".
Sementara itu, puluhan penyidik telah bekerja untuk menangkap para penjahat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!