Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Alhamdulillah, 12 Hari Terombang-ambing, Ambulans Laut dari Selat Makassar Berhasil Selamat

📅 Sabtu, 25 Okt 2025, 16:55 WIB | Oleh:
Alhamdulillah, 12 Hari Terombang-ambing, Ambulans Laut dari Selat Makassar Berhasil Selamat Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Kapal Ambulans Laut yang dinyatakan hilang sandar di samping rompong ikan warga di wilayah Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur.

Makassar -- Kapal Ambulans Laut dengan tiga awak yang sebelumnya dilaporkan hilang di Selat Makassar selama 12 hari, akhirnya ditemukan di kawasan perairan Jawa Timur-Selat Bali setelah diselamatkan kapal lain yang melintas di perairan setempat.

"Seluruh awak selamat semua. Tapi belum bisa kami pastikan apakah mesin mati atau bagaimana. Belum ada konfirmasi," kata Kasi Operasi dan Siaga Basarnas Kelas A Makassar Andi Sultan saat dikonfirmasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat malam.

Sejauh ini, Basarnas Makassar telah berkoordinasi melalui komunikasi dengan pihak terkait di kawasan Madura, termasuk kondisi ketiganya setelah diselamatkan, berada di rumah warga serta kapal ambulans yang dibawanya dalam kondisi baik.

"Kalau kondisi kapal ambulans itu kemungkinan sementara diperbaiki juga agar kapal itu bisa kembali ke tempatnya," katanya.

Kapal Ambulans Laut ini dikabarkan selama sepekan terombang-ambing di perairan Jawa Timur sekitar Sumenep, Pulau Madura. Dalam video yang direkam warga, setelah mereka berada di daratan, disampaikan ketiga korban tidak makan selama lima hari, namun semua dalam kondisi sehat.

Video yang beredar juga menunjukkan ketiganya telah bertemu dengan pihak keluarga mereka di salah satu rumah warga setempat selama masa istirahat setelah kejadian luar tersebut dialami ketiganya.

Basarnas Makassar melaksanakan operasi SAR setelah menerima laporan kapal tersebut hilang kontak di perairan Selat Makassar pada Senin, (13/10). Rencananya, Kapal Ambulans Laut yang baru dibuat ini akan dibawa ke Pulau Desa Dewakkang dari Pulau Tinggalungan, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep).

Berdasarkan jadwal, kapal ini menempuh delapan jam perjalanan dari Pulau Tinggalungan ke Pulau Dewakkang. Terdapat tiga awak dalam kapal ambulans itu, yakni Muhammad Tahir (65), Najamuddin (55), dan Hasri (60) untuk menyerahkan kapal ke Pemerintah Desa Pulau Dewakkang.

Tetapi nahas, hingga esok hari kapal tersebut belum tiba dan sempat kehilangan kontak di Perairan Makassar. Atas laporan itu, Basarnas bersama tim SAR gabungan melakukan pencarian selama tujuh hari dengan menurunkan KN SAR Kamajaya. Akan tetapi hasilnya nihil, sampai akhirnya operasi SAR dihentikan pada Selasa (21/10).

Berdasarkan informasi, Kapal Ambulans Laut ini dianggarkan melalui alokasi dana desa (ADD) senilai Rp200 juta. Meski kapal tersebut belum resmi diserahkan ke Pemerintah Desa Pulau Dewakkang, lebih dahulu diuji coba. Alhasil, kondisi cuaca dengan ombak tinggi menghantam kapal hingga akhirnya terjadi insiden tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Penataan Kawasan Unggulan R...

Hasil Penataan Jalan Rasuna Said Segera Diresmikan

33 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Hasil Penataan Jalan Rasuna...
Nasional
KPK Dalami Pembelian ATG pa...
Olahraga
Persita Cuci Gudang, Robohk...
Olahraga
Piala Dunia, Laga Meksiko V...
Megapolitan
Dinas PPKUKM DKI Optimalkan...
Megapolitan
Aset Negara Harus Diselamat...
  • Pemkot Bandung Bongkar 174 Bangunan Liar di Jalan Terusan Pasirkoja
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • PWNU Jateng dan DIY Dukung Muktamar Ke-35 NU Digelar di Pesantren Lirboyo
    Preview komentar:
    Untuk membuka blokir QLola IB Token, Anda dapat ...
  • Jakarta Siapkan Diri Menuju Kota Berbasis AI
    Preview komentar:
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
    Cara buka Blokir Bank Jago lupa Password. Anda ...
KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

KPK akan Periksa Lagi Ahmad Dedi, Pejabat Bea Cukai yang Viral karena Lari dari Wartawan

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.