Qatar akan Transfer Satu Skuadron Jet Tempur Eurofighter Typhoon ke Angkatan Udara Turki
📅 Jumat, 24 Okt 2025, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
Negosiasi antara Ankara dan Doha telah membuka jalan bagi transfer 12 Eurofighter Typhoon Qatar ke Angkatan Udara Turki, untuk mempercepat modernisasi armada udara Turki menjelang masuknya pesawat generasi kelima KAAN.
DOHA — Dalam perkembangan penting yang mencerminkan penguatan kerja sama strategis antara Ankara dan Doha, Turki saat ini tengah terlibat dalam negosiasi lanjutan dengan Qatar untuk mentransfer pesanan tambahan sebanyak 12 pesawat tempur multiperan Eurofighter Typhoon dari Doha langsung ke Angkatan Udara Turki (Turkish Air Force).
Dari Defense Security Asia, pengalihan pesanan, jika diselesaikan, akan menjadi langkah besar dalam upaya Turki untuk memodernisasi armada udara tempurnya dan menutup kesenjangan kemampuan udara menjelang pengenalan pesawat tempur generasi kelima buatan lokal, KAAN, pada akhir dekade ini.
Sumber yang dekat dengan negosiasi tersebut menyatakan bahwa pengaturan tersebut bertujuan untuk mempercepat akses Turki ke pesawat tempur multiperan berteknologi tinggi pada saat ancaman regional dan ketegangan geopolitik meningkat di wilayah Mediterania Timur, Aegea, dan Timur Tengah.
Melalui akuisisi 12 Typhoon dari pesanan Qatar, Türkiye bermaksud membentuk armada sementara namun sangat mumpuni untuk mendukung pelatihan pilot, kesiapan taktis, dan persiapan infrastruktur untuk platform Eurofighter.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesediaan Qatar untuk mengalihkan pesanan yang tertunda ke Türkiye menunjukkan tingkat kepercayaan militer dan politik yang kuat antara kedua negara, yang telah membina hubungan strategis yang mencakup kerja sama pertahanan, penempatan pangkalan militer, dan inisiatif industri bersama sejak 2014.
Strategi pengalihan pesanan ini memungkinkan Turki melewati periode pengadaan yang panjang sambil memperoleh platform tempur berstandar NATO yang terbukti untuk menghadapi ancaman modern.
Upaya Turki untuk memperoleh pesawat tempur generasi baru menjadi prioritas strategis yang mendesak setelah dikeluarkan dari program F-35 Joint Strike Fighter pada tahun 2019.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penghapusan tersebut bermula dari pembelian sistem pertahanan udara Russia, S-400, yang telah meninggalkan kekosongan besar dalam rencana modernisasi Angkatan Udara Turki.
Ankara awalnya berencana untuk memperoleh lebih dari 100 F-35A Lightning II untuk menggantikan lebih dari 200 F-16C/D Fighting Falcon yang mendekati akhir masa pakainya.
Sebagai tanggapan, Turki sedang membentuk kembali strategi kekuatan udaranya melalui pendekatan berlapis — meningkatkan F-16 yang ada, mengembangkan pesawat tempur siluman KAAN dalam negeri, dan mencari alternatif eksternal seperti Eurofighter Typhoon.
Pesawat Typhoon, yang diproduksi oleh konsorsium Eropa yang melibatkan Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol, menawarkan kemampuan generasi keempat yang lebih sejalan dengan doktrin operasional Turki.
Minat awal Ankara untuk memperoleh 40 Typhoon baru awalnya terhambat oleh keberatan politik dari Berlin, khususnya mengenai masalah hak asasi manusia dan kebijakan luar negeri Turki.
Namun, pada pertengahan tahun 2025, perubahan prioritas Eropa — termasuk kebutuhan NATO untuk menciptakan pencegahan regional yang lebih kuat terhadap Rusia — telah melunakkan sikap Jerman dan membuka kembali jalan negosiasi baru dengan mediasi London.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!